Dalam Merayakan Hardiknas 2025, Saung Ojom Jaya Hadirkan Tradisi Ngaliwet

Sukabumi, 2 Mei 2025 – Dalam merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Ojom Jaya  Sukabumi berkumpul di Saung Ojom Jaya untuk menikmati tradisi ngaliwet, sebuah kegiatan makan bersama yang telah menjadi bagian dari budaya lokal.

Di saung kayu begitu hangat dan penuh semangat. Menikmati hidangan khas seperti ikan bakar, lalapan segar, sambal cobek, dan tentu saja jengkol yang menjadi favorit.

Dalam wawancara dengan Dwi, yang menjadi narasumber utama dan sekali gus hadir dalam acara tersebut, ia menjelaskan bahwa ngaliwet bukan hanya sekadar kegiatan makan bersama, tetapi memiliki korelasi erat dengan pendidikan.

“Pendidikan tidak selalu tentang buku dan sekolah. Kebersamaan seperti dalam tradisi ngaliwet mengajarkan kita tentang nilai sosial, kerja sama, dan kebersahajaan. Saat makan bersama, setiap orang belajar tentang berbagi, saling menghormati, dan bagaimana membangun komunikasi yang baik. Ini adalah bentuk pendidikan karakter yang sangat penting, terutama di era modern,” ujar Dwi.

Ia juga menambahkan bahwa tradisi seperti ngaliwet dapat menjadi sarana edukatif bagi generasi muda, memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan serta pentingnya menjaga budaya lokal.

Acara ini mengungkapkan rasa bahagia karena bisa merayakan Hardiknas dengan cara yang unik, menghidupkan kembali nilai-nilai sosial yang semakin jarang ditemui di tengah modernisasi.

Dalam merayakan Hardiknas 2025, Saung Ojom Jaya menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang budaya, kebersamaan, dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Pokona ngalwet teh lain ngan ukur ngeusian beuteung, tapi oge ngajarkeun kahadean, tatacara atawa adab, tur aya hikmah jeng elmu anu bisa diambil tina sagalaning kahirupan. Dina sahuap dahareun, aya rasa babagi, aya silaturahmi, aya kasabaran, jeng aya rasa syukur. Ieu teh pelajaran anu teu bisa kapanggih dina buku, tapi bisa dicandak tina lampah jeung pangalaman langsung,” ujar Mang Ojom Jaya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga dalam interaksi sosial sehari-hari. Ngalwet mengajarkan rasa hormat, kebersamaan, dan kesederhanaan—nilai-nilai yang perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda lebih memahami pentingnya kehidupan yang selaras dengan budaya dan etika sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *