Bupati Kang DS Rangkul Kalangan Sekolah untuk Deteksi Dini Cegah Pelajar Ikut Demo

BERITA, Pemerintahan270 Dilihat

Bandung – Dadang Supriatna (Bupati Bandung) yang akrab disapa Kang DS menyatakan dirinya bersama jajaran Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung siap mengunjungi sekolah-sekolah SMA/SMK baik negeri maupun swasta, khususnya bagi sekolah yang siap menandatangangani Pakta Integritas antara pihak sekolah dengan para siswanya.

Di dalam Pakta Integritas tersebut antara lain berisi tentang komitmen antara pihak sekolah dan pelajar yang menyatakan tidak akan ikut terlibat dalam aksi unjuk rasa. Sebab menurutnya para pelajar tersebut masih di bawah umur untuk ikut serta dalam aksi demo.

Diungkapkan Kang DS saat pertemuan Sinergitas Peningkatan Mutu Pendidikan Menengah bersama Kepala Sekolah Jenjang SMA/SMK/MA Negeri dan Swasta Wilayah Kabupaten Bandung, di Rumah Dinas Bupati di Soreang, Selasa 2 September 2025.

Menurut Kang DS, hingga saat ini kondisi Kabupaten Bandung tetap aman dan kondusif berkat kerjasama semua pihak. Termasuk peranan dari para kasek dan para guru.

Untuk itu ia pun meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan agar menjadwalkan setidaknya sebulan sekali ada agenda pertemuan dengan pihak sekolah dan pelajar. Seperti dengan berkeliling ke tiap sekolah sambil mensosialisikan Program Beasiswa Ti Bupati (Besti) maupun program unggulan penciptaan 10 ribu wirausaha muda dan lapangan kerja per tahun.

“Saya titip atas nama rakyat Kabupaten Bandung, kepada seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK baik negeri maupun swasta untuk menjaga siswanya agar jangan sampai ikut terlibat dalam aksi unjuk rasa. Karena mereka masih terbilang di bawah umur,” pesan Kang DS.

Kang DS menunjuk contoh kejadian rusuh dalam aksi unjuk rasa di Kota Bandung atau Gedung DPRD Jawa Barat ternyata banyak yang terlibat. Bahkan di Kabupaten Subang terdeteksi penyusup ratusan pengunjuk rasa ternyata masih berstatus pelajar.

Menyusupnya pun, imbuh dia, bukan hanya secara langsung, tapi secara online melalui handphone maupun media sosial.

“Kita juga harus bisa memantau melalui handphone di mana keberadaan atau posisi para siswa melalu dashboard dari aplikasi tertentu. Tentu ini sebaiknya kita sikapi,” ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *