13 Tahun Berbagi: Abdul Syakir dan Kampung Wangkal Teguhkan Tradisi Santunan

Kabupaten Bekasi,- Sebagai wujud syukur atas capaian yang telah diniatkan, Tokoh Masyarakat Kampung Wangkal, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi—Abdul Syakir—menggelar acara santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan penuh makna ini berlangsung di Mushola Baitul Taqwa RT. 01/07, Desa Kalijaya, pada Sabtu (13/09/2025).

“Alhamdulillah hari ini saya dan keluarga serta masyarakat Kampung Wangkal bisa melaksanakan acara santunan 230 orang anak yatim dan kaum dhuafa,” ujar Abdul Syakir kepada awak media.

Dalam penjelasannya, Syakir menegaskan bahwa sebagai umat muslim yang taat, berbagi kepada anak yatim dan kaum dhuafa adalah kewajiban yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ia menyampaikan bahwa niat baik yang telah dirancang bersama keluarga kini telah tercapai, dan hasilnya disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

“Sesuai apa yang saya dan keluarga niatkan Alhamdulillah tercapai, dan tentunya dari capaian tersebut kami salurkan kepada yang membutuhkan seperti anak-anak yatim dan kaum dhuafa,” katanya.

Tradisi santunan ini bukanlah hal baru bagi keluarga Syakir. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2012, dan menjadi bagian dari doa serta harapan keluarga untuk terus diberi umur panjang, kesehatan, dan kelapangan rezeki.

“Kami mengadakan acara santunan anak-anak yatim ini sejak tahun 2012, sudah 13 tahun kami mengadakan acara ini. Semoga ke depannya saya dan keluarga terus bisa mengadakan acara ini, sebagai doa dan niat kami dalam acara kali ini semoga saya dan keluarga dipanjangkan umur, sehat selalu, banyak diberikan jalan rezeki dan doa-doa terbaik untuk kita semua, amin,” pungkasnya.

Acara santunan ini dihadiri oleh masyarakat Kampung Wangkal, para tokoh agama, Binmaspol, Babinsa, serta berbagai elemen komunitas lokal. Suasana semakin hangat dengan penampilan tim qasidah Kampung Wangkal, ceramah agama, dan ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Tradisi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan cerminan nilai-nilai spiritual dan sosial yang terus dijaga oleh masyarakat Kalijaya—bahwa berbagi adalah jalan menuju keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *