Ikan Laut Palabuhanratu-Cisolok Jadi Primadona: Segar, Gurih, dan Dicari Warga

Matasosial.com,- Sukabumi — Pagi ini, aroma laut segar menyapa jalan-jalan kampung di Sukabumi. Dari Palabuhanratu hingga Cisolok, nelayan kembali membawa pulang hasil tangkapan yang menggoda lidah: tongkol, Tongkol Kue, Pepetek, dan cumi-cumi yang masih berkilau basah. Musim angin tenang dan arus laut bersahabat membuat hasil tangkapan melimpah dan kualitas ikan meningkat tajam, tapi jika cuaca tak bagus hasil tanggpan pun menyedihkan seperti saat ini, Minggu, 04 Oktober 2025.

Di tengah riuh pasar dadakan, suara khas penjual ikan keliling menelusuri jalan perkampungan

“Ikan laut segar, baru naik dari perahu! Gurihnya asli Palabuhanratu, bukan es-an!” seru Penjual Keliling, penjual ikan keliling yang sudah tahunan berkeliling kampung dengan sepeda motornya.

Sambil menjelaskan bahwa dirinya ngambil ikan dari nelayan lokal.

“Mereka yang mealut saya yang jual keliling,” terangnya.

Ia mengaku, sejak seminggu terakhir, permintaan melonjak. “Warga sekarang lebih pilih ikan laut asli daripada yang beku dari luar. Rasanya beda, masak pepes atau digoreng, gurihnya nempel di lidah,” tambahnya sambil menunjukkan ikan beberapa jenis ikan yang masih berkilau.

Salah satu pembeli, Ibu Dwi, warga Kecamatan Ciakkak, tak ragu menyebutkan alasannya:

“Kalau ikan dari nelayan sini, saya berani masak buat anak-anak. Nggak amis, nggak bau es. Gurihnya itu loh, bikin nasi nambah terus,” ujarnya sambil tersenyum bangga.

Fenomena ini bukan sekadar soal rasa. Bagi warga Sukabumi, membeli ikan dari nelayan lokal adalah bentuk dukungan terhadap ekonomi pesisir dan warisan kuliner daerah. Di balik setiap ikan segar, ada cerita kerja keras, keberanian melawan ombak, dan harapan akan berkah laut yang terus menghidupi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *