Matasosial.com,- Cikahuripan, Sukabumi — Pasca banjir yang melanda Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, suasana perlahan mulai pulih. Warga saling menguatkan, saling bantu, dan saling rangkul. Di tengah lumpur dan puing, tumbuh harapan baru—didorong oleh tangan-tangan yang tak kenal lelah membantu.
Kepala Desa Cikahuripan, Jaro Midun, tak bisa menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah turun tangan dalam proses pemulihan. Dari pemerintah daerah hingga relawan, dari aparat hingga masyarakat biasa, semua bergerak bersama.

“Pokoknya saya tidak bisa menyebutkan satu per satu. Saya ucapkan banyak terima kasih. Terutama kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Bapak Bupati Asep Japar, DPRD, TNI, Polri, partai-partai, dan para relawan yang terus hadir. Khususnya juga kepada relawan PKS yang terus membantu kami di lapangan. Sebagai Kepala Desa Cikahuripan, saya terus berupaya melakukan pemulihan. Tapi kami tidak sendiri. Terima kasih banyak kepada orang-orang baik,” ujar Jaro Midun dengan penuh rasa syukur, 2 November 2025.
Bantuan datang dalam berbagai bentuk: tenaga, logistik, alat berat, dapur umum, hingga pendampingan psikologis. Semua bergerak bukan karena kewajiban, tapi karena rasa kemanusiaan. Di tengah keterbatasan, solidaritas menjadi kekuatan utama.
Pemulihan di Cikahuripan bukan hanya soal membenahi fisik desa, tapi juga membangun kembali semangat warganya. Dan dalam proses itu, kehadiran orang-orang baik—yang datang tanpa pamrih—menjadi cahaya di tengah gelapnya bencana.
Desa Cikahuripan masih terus berbenah. Tapi satu hal sudah pasti: mereka tidak sendiri. Ada Sukabumi yang mengayomi, ada masyarakat yang peduli, dan ada harapan yang terus tumbuh dari gotong royong.
