Matasosial.com, – Sukabumi – Dalam semangat membangun Sukabumi yang mubarokah—maju, unggul, berbudaya, dan berkah—Bupati Sukabumi H. Asep Japar menjalankan serangkaian giat strategis sepanjang pekan ini. Mulai dari penanganan bencana, penguatan sinergi dunia kerja, hingga pemulihan hunian warga terdampak, semua dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan penuh kepedulian.
Tinjau Huntap Nyalindung: Hunian Layak untuk Warga Terdampak
Senin, 3 November 2025, Bupati H. Asep Japar meninjau langsung hasil pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi para penyintas bencana pergerakan tanah di Kampung Cireundeu, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung. Huntap ini merupakan hasil gotong royong antara Gubernur Jawa Barat, Bupati Sukabumi, dan Pemerintah Desa.
Dalam sambutannya, Bupati mengajak warga penerima manfaat untuk menjaga dan merawat hunian tersebut agar kemanfaatannya terus dirasakan.
“Insya Allah kami terus berusaha supaya warga terdampak bisa terlayani dan terfasilitasi seluruhnya, dengan kolaborasi semua mudah-mudahan lingkungannya terpelihara, kebersihan dan kesehatannya terjaga,” ungkapnya.
Bupati juga berharap agar lingkungan Huntap menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan indah. Sebelumnya, Kepala Desa Mekarsari H. Ilham Maulana menyampaikan bahwa bantuan Huntap terdiri dari 20 unit rumah dari Gubernur Jawa Barat, 5 unit dari Bupati Sukabumi, dan 3 unit dari Pemerintah Desa. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan SK NJOP secara simbolis kepada tiga warga penghuni Huntap.
Sinergi Tripartit: Ruang Dialog untuk Dunia Usaha dan Buruh
Masih dalam pekan yang sama, Kamis 30 Oktober 2025, Bupati Asep Japar memimpin pertemuan Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit di Pendopo Sukabumi. Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, pengusaha, dan buruh untuk membahas isu-isu strategis dunia kerja di Kabupaten Sukabumi.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan bersama.
“Ini momentum penting untuk memperkuat kerjasama dan membangun sinergi. Baik pemerintah, pelaku usaha, maupun pekerja dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang lebih baik,” ujarnya.
Tripartit menjadi wadah untuk berdialog dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan.
“Ketika ada permasalahan, kita berbicara di sini dan mencari solusi bersama. Pertemuan kali ini pun telah banyak masukan,” ucapnya. “Mari sekarang dan ke depan kita bersama-sama memajukan Kabupaten Sukabumi yang mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah),” tambahnya.
Ketua DPC SPN Kabupaten Sukabumi, Budi Mulyadi, menyambut baik ruang dialog yang dibuka oleh Bupati.
“Ini angin segar bagi kami. Bupati memberikan ruang. Namun tetap kami menunggu komitmen bupati dalam membawa tripartit ini lebih baik lagi,” pungkasnya.
Respons Cepat Banjir Bandang Cisolok: Pemerintah Harus Peka
Sebelumnya, pada Selasa 28 Oktober 2025, Bupati Asep Japar meninjau langsung sejumlah titik terdampak banjir bandang di Kecamatan Cisolok. Didampingi Forkopimda dan Camat, Bupati mengunjungi Kampung Cisolok, Kampung Cigoler, Kampung Cikukulu, Kampung Tugu, Kampung Gembol, dan Kampung Cilengo.
“Sekarang sedang dilakukan asesmen di Desa Cisolok dan Desa Cikahuripan. Berdasarkan data sementara, sekitar 500 kepala keluarga terdampak,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan pentingnya koordinasi lintas kewenangan, terutama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Ini perlu koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat karena sungai yang meluap kewenangannya ada di provinsi. Pemerintah harus peka terhadap pembagian kewenangan agar penanganannya efektif,” tambahnya.
Selain permukiman warga, banjir juga merusak fasilitas umum seperti sekolah dan kantor desa. Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan dapur darurat dan mengimbau warga untuk tetap waspada.
“Saya mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta mencari tempat aman untuk mengantisipasi banjir susulan,” pungkasnya.
