Wisuda PKN STAN 2025: Menkeu Purbaya Tegaskan Peran ASN Muda sebagai Agen Perubahan

Matasosial.com, Sukabumi, Senin 10 November 2025 — Di tengah tantangan ekonomi dan tuntutan reformasi birokrasi, sosok Purbaya Yudhi Sadewa tampil bukan sekadar sebagai Menteri Keuangan, melainkan sebagai pembina moral dan pemikir strategis aparatur negara. Ia dikenal sebagai figur yang tegas namun penuh empati, mengusung nilai integritas dan profesionalisme sebagai fondasi pelayanan publik. Dalam setiap pidatonya, Purbaya menyisipkan pesan spiritual, etis, dan kebangsaan—menjadikan jabatan bukan sekadar amanah administratif, melainkan ladang pengabdian.

Hal itu kembali terlihat saat ia berdiri di hadapan 991 wisudawan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN Tangerang Selatan pada Rabu, 5 November 2025 lalu. Dalam pidatonya yang sarat makna, Purbaya menyebut para lulusan sebagai “harapan baru Indonesia” dan mendorong mereka untuk tampil beda sebagai aparatur sipil negara yang adaptif dan inovatif.

“Sebagai ASN muda tampillah beda. Jadilah agen perubahan. Caranya, jangan nyaman dan puas dengan lingkungan kantor yang baru. Belajar terus, cari inovasi, adaptasi dengan perkembangan yang ada,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa para lulusan akan berada di garis depan pelayanan publik, di mana masyarakat menuntut pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar kepercayaan publik dijaga dengan memegang teguh lima nilai utama Kementerian Keuangan: integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan.

“Inti aparatur yang baik itu jujur, profesional, dan hadir tepat waktu dengan solusi,” tambah sang Bendahara Negara.

Wisuda tahun ini mengusung tema “Samorastra”—gabungan tiga frasa Sansekerta: Sangharsat (lahir dari perjuangan), Samtosayukta (disertai rasa syukur), dan Rastrabhaktih (pengabdian kepada bangsa). Menurut Menkeu, tema tersebut adalah peta jalan pengabdian yang menandakan bahwa bakti kepada tanah air lahir dari kerja keras yang ditemani rasa syukur.

Tak lupa, Purbaya menyampaikan ucapan selamat kepada para orang tua yang disebut sebagai “mesin perjuangan” anak-anak mereka.

“Dukungan Bapak Ibu adalah mesin perjuangan anak-anak kita. Tanpa itu, anak-anak sulit melesat sejauh ini,” ucapnya.

Menutup pidatonya, Purbaya menegaskan bahwa keberhasilan bukan soal kejeniusan, melainkan soal ketekunan dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

“Kalian adalah harapan baru Indonesia. Jaga nama baik diri, keluarga, almamater, instansi, dan negara. Bawa nilai-nilai yang sudah kalian serap ke tempat tugas masing-masing nanti,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *