Doa Diam-diam di Tepi Sungai: Kang Midun Panjatkan Harapan Saat Pemasangan Bronjong Dimulai

Matasosial.com, – Cikahuripan, Sukabumi — 11 November 2025 Di tengah hiruk-pikuk kerja bakti dan pemasangan bronjong pasca banjir, sebuah momen hening terjadi di bantaran sungai Desa Cikahuripan. Kepala Desa Kang Midun terlihat berdiri sendiri, menatap aliran air yang sempat meluap dan merendam rumah warga. Bibirnya tampak komat-kamit, seperti melafalkan sesuatu.

Awalnya, tak ada yang menyadari. Namun seorang warga yang sedang mengangkat batu melihat gerak bibir Kang Midun dan bertanya pelan, “Pak, lagi baca apa?” Kang Midun pun menjawab dengan tenang:

“Itu doa saya untuk semua. Semoga kita semua selamat, semoga tidak ada banjir lagi.”

Sontak, warga yang mendengar langsung mengaminkan. Suasana kerja bakti sejenak berubah menjadi khidmat. Di tengah lumpur dan batu bronjong, harapan pun dipanjatkan bersama.

Pemasangan bronjong dilakukan oleh tim teknis yang didatangkan khusus untuk memastikan struktur pengaman sungai dibangun sesuai standar. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kerja bakti intensif yang dilakukan warga bersama perangkat desa selama beberapa hari terakhir.

“Setelah gaspol terus kerja bakti, akhirnya sekarang langsung dipasang bronjong sama tim ahlinya agar hasilnya maksimal,” ujar Kang Midun.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, mulai dari warga yang bergotong royong, wakil rakyat yang mendengar aspirasi, hingga dukungan penuh dari Bupati Sukabumi H. Asep Japar dan jajaran Pemprov Jawa Barat.

“Terima kasih warga, terima kasih wakil rakyat, terima kasih Pak Bupati Asep Japar dan jajarannya, serta terima kasih Pemprov Jabar. Semoga ini, walaupun penanganan darurat, bisa menyelamatkan kami semua dari banjir,” ungkapnya.

Momen doa pribadi yang kemudian diaminkan bersama menjadi simbol kuat bahwa pemulihan bukan hanya soal fisik, tapi juga spiritual dan kebersamaan. Desa Cikahuripan kini melangkah dengan harapan baru—dari lumpur ke perlindungan, dari doa ke tindakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *