Matasosial.com, Sukabumi – Di jalan-jalan kecil Kampung Ubrug, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, langkah seorang perempuan sepuh masih setia menapaki bumi. Dialah Mak Kasih, sosok sederhana yang setiap hari berkeliling menjajakan lauk pauk dan sayur matang.
Di usia yang sudah renta, Mak Kasih tetap tegak berdiri di atas kaki sendiri. Keranjang dagangannya menjadi saksi keteguhan hati. Panas terik maupun hujan deras tak pernah menyurutkan semangatnya. Dengan senyum tulus, ia menawarkan masakan kepada warga, bukan sekadar untuk dijual, tetapi sebagai tanda cinta dan pengabdian.
Bagi Mak Kasih, hidup adalah ladang syukur. “Soal hasil bukan urusan manusia. Rezeki sudah diatur, kita hanya wajib berusaha dan bersyukur,” ucapnya dengan penuh keyakinan. Kalimat sederhana itu menjadi pesan mendalam bagi siapa pun yang mendengar.
Tanpa keluh kesah, ia menjalani hari-hari sebagai hamba Tuhan yang ikhlas. Kehadirannya bukan hanya membawa makanan, tetapi juga membawa semangat. Ia mengingatkan kita bahwa usia bukan alasan untuk berhenti berjuang, dan bahwa ketulusan adalah kekuatan yang sesungguhnya.






