Matasosial.Com, Cisolok, Sukabumi — Kepala Desa Cikahuripan, Kang Midun, menegaskan bahwa Pantai Karang Hawu adalah aset pariwisata yang nilainya terus naik layaknya saham unggulan. “Alhamdulillah, Karang Hawu ini bukan hanya indah, tapi juga penuh sejarah. Dulu Presiden Bung Karno pernah beristirahat di Gunung Karang Hawu, bahkan dongeng Nyai Roro Kidul pun berakar dari sini,” ujarnya.
Dalam perspektif marketing pariwisata, Karang Hawu adalah brand equity yang harus dijaga. “Kita rawat kebersihannya, kita jaga sopan santunnya, agar pengunjung merasa nyaman. Ini seperti menjaga fundamental perusahaan agar grafik saham tetap bullish,” tambah Kang Midun.
Tak hanya pantai, Sukabumi juga memiliki Geyser Cipanas alami yang mengandung belerang. “Setelah mandi laut, bisa langsung mandi air panas alami. Belerang itu seperti katalis kimia yang menetralkan tubuh, bahkan dipercaya mengobati penyakit,” jelasnya. Kombinasi laut dan geyser ini ibarat portofolio wisata diversifikasi: satu sisi hiburan, satu sisi kesehatan.
Kang Midun juga mengapresiasi kerja keras tim keamanan laut. “Terima kasih kepada Kapolsek, Polairud, Balawisla, dan relawan. Mereka menjaga agar arus laut yang berbahaya bisa diminimalisir. Ini seperti hedging dalam pasar saham—mencegah kerugian besar,” katanya.
Tak kalah menarik, kawasan ini memiliki Sumur Tujuh. Enam sumur berada di ujung Gunung Karang Hawu, sementara satu sumur di dekat pantai kini aman untuk anak-anak. “Ini seperti bonus dividen bagi warga dan pengunjung: fasilitas alami yang bisa dinikmati dengan aman,” ujar Kang Midun.
Dengan perpaduan sejarah Bung Karno, mitos Nyai Roro Kidul, keindahan pantai, geyser belerang, dan sumur tujuh, Sukabumi layak disebut sebagai laboratorium pariwisata: ada reaksi kimia alam, ada pertanian yang tumbuh di sekitarnya, ada saham budaya yang terus menguat. “Mudah-mudahan pengunjung merasa aman, nyaman, dan semuanya berjalan lancar. Sukabumi, Mubarakah, Jawa Barat, Istimewa,” tutup Kang Midun.
