Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Semester I Catat Rekor 5 Tahun

Jakarta, 5 Agustus 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perekonomian Indonesia tumbuh 5,29% (y-on-y) pada Triwulan II-2026. Dengan capaian tersebut, pertumbuhan Semester I-2026 mencapai 5,45% (c-to-c), menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir sekaligus menandai lima triwulan berturut-turut ekonomi tumbuh di atas 5%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan fondasi ekonomi domestik yang solid. “Di tengah tekanan global yang tidak ringan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat dan konsisten di atas 5%. Ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi domestik kita solid dan kebijakan yang ditempuh Pemerintah berjalan efektif,” ujarnya.

Pertumbuhan Spasial dan Sektor

  • Bali–Nusa Tenggara tumbuh tertinggi 6,10%, didukung pemulihan pariwisata.
  • Pulau Jawa tumbuh 5,65%, menyumbang 56,47% PDB.
  • Industri Pengolahan naik 4,52%, dengan kontribusi 18,50% PDB.
  • Industri logam dasar & elektronik tumbuh 8,04%.
  • Akomodasi & Makan Minum melonjak 10,60%, didorong program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Konstruksi tumbuh 6,68%, ditopang belanja modal dan pembangunan kawasan industri.

Dampak ke Masyarakat

  • Jumlah penduduk miskin turun menjadi 22,93 juta orang (8,07%), terendah sepanjang sejarah.
  • Penduduk bekerja mencapai 148,19 juta orang, naik 522 ribu.
  • Tingkat Pengangguran Terbuka turun ke 4,65%, dengan porsi tenaga kerja formal meningkat. “Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja dan menurunkan kemiskinan. Pada Semester I ini keduanya terjadi bersamaan,” tegas Airlangga.

Prospek Semester II

Indikator dini menunjukkan tren positif:

  • Inflasi Juli terkendali di 2,88%.
  • PMI Manufaktur kembali ekspansi di 50,2.
  • Indeks Keyakinan Konsumen optimis di 117,8.
  • Investasi Semester I mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2%, menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung.

Kebijakan dan Stimulus

Pemerintah menyiapkan Paket Stimulus Rp26,34 triliun untuk menjaga daya beli, mencakup:

  • Bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima manfaat.
  • Diskon tarif transportasi saat libur sekolah dan Nataru.
  • PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat ekonomi.
  • Program magang dan vokasi bagi angkatan kerja muda.

Selain itu, pemerintah memastikan harga BBM tidak naik hingga akhir 2026, menjaga daya beli masyarakat. Kredit perbankan tumbuh 12,67%, dengan KUR mencapai Rp176,87 triliun (60,87% target).

Diplomasi Ekonomi

Indonesia terus memperkuat kerja sama dagang, termasuk aksesi OECD dan ratifikasi 15 perjanjian dagang sepanjang 2026.

“Dengan capaian Semester I yang solid, Pemerintah optimis momentum pertumbuhan dapat terus dijaga hingga akhir tahun 2026 dan menjadi landasan menuju pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2027 dan seterusnya,” pungkas Airlangga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *