KPK Gandeng Jurnalis dan Ilustrator Manado, Hidupkan Pesan Antikorupsi Lewat Cerita dan Gambar

MANADO, MATASOSIAL.COM – Pesan antikorupsi tidak harus selalu disampaikan dengan bahasa formal dan kaku. Lewat cerita, diskusi, hingga goresan ilustrasi, pesan itu bisa terasa lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat.

Pendekatan inilah yang diterapkan Komisi Pemberantasan Korupsi KPK bersama jurnalis dan komunitas kreatif di Manado, Sulawesi Utara, Rabu 19 Agustus 2026.

Dalam dua kegiatan berbeda, KPK mempertemukan insan pers dan para kreator lokal. Pertama melalui Matrikulasi Pemberantasan Korupsi 2026 khusus jurnalis media massa. Kedua lewat Temu Kawan Artsy yang menggandeng ilustrator, perupa, dan desainer grafis.

Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, tugas kehumasan KPK tidak berhenti pada penyampaian informasi. Ada peran strategis yang harus dibangun bersama berbagai pihak agar pemahaman publik tentang pemberantasan korupsi semakin luas.

“Komunikasi publik antikorupsi tentunya tidak dapat dibangun sendiri. Kolaborasi lewat beragam medium yang digunakan, pesan pemberantasan korupsi dapat diterjemahkan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami, dekat dengan keseharian, dan relevan bagi masyarakat.” ujar Yuyuk.

Menurut Yuyuk, kedua kegiatan ini menjadi ruang berbagi sekaligus kolaborasi. Tujuannya menerjemahkan pesan pemberantasan korupsi ke dalam bentuk yang lebih sederhana, kontekstual, dan menyentuh kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program Peningkatan Kapasitas Pemangku Kepentingan Biro Humas KPK untuk memperluas jejaring komunikasi antikorupsi bersama media dan komunitas kreatif.

Perkuat Kapasitas Jurnalis di Sulut

Dalam Matrikulasi Pemberantasan Korupsi, KPK memberikan penguatan kepada lebih dari 35 jurnalis di Sulawesi Utara. Mengangkat tema “Mengupas Gratifikasi: Memahami Regulasi, Menguatkan Literasi Hukum”, forum ini membahas bentuk-bentuk gratifikasi, mekanisme pelaporan, hingga perbedaan antara gratifikasi, suap, dan konflik kepentingan yang masih sering rancu.

Sebagai bahan diskusi, pemateri mengangkat sejumlah kasus yang pernah menjadi sorotan publik. Hadir sebagai narasumber Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dan Analis Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK Hafidhah Rifqiyah.

“Semoga komunikasi dan jejaring antara KPK dengan insan pers di Sulawesi Utara dapat terus terjaga dan berkembang. Pada akhirnya, kita ingin membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif, di mana media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga turut mendorong masyarakat untuk memahami, mengenali, dan bersama-sama mencegah korupsi,” tutur Yuyuk.

Kegiatan di Manado ini merupakan lanjutan dari Matrikulasi Pemberantasan Korupsi 2026 yang sebelumnya digelar secara daring awal Agustus. Saat itu sekitar 60 jurnalis dari Kalimantan, Bali, NTT, dan NTB ikut serta.

Hidupkan Narasi Antikorupsi Lewat Karya Visual

Di sisi lain, KPK juga menggelar Temu Kawan Artsy bersama 20 ilustrator, perupa, dan desainer grafis dari Manado dan sekitarnya. Dengan tema “Menghidupkan Narasi Jadi Ilustrasi Antikorupsi”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk menerjemahkan nilai integritas ke dalam karya visual.

Para kreator berdiskusi bersama sejumlah narasumber termasuk ilustrator asal Manado Suryo Ben Pambudi. Topiknya mulai dari gratifikasi, mekanisme pelaporan, hingga tantangan pemberantasan korupsi yang kemudian diolah menjadi ide karya.

KPK meyakini pesan integritas akan lebih mudah diterima ketika disampaikan lewat hal-hal dekat dengan masyarakat. Ilustrasi dinilai mampu menjembatani pesan tersebut dengan cara yang unik dan menarik.

“Karena itu, kami mengajak para kreator menjadi bagian dari gerakan ini dengan menerjemahkan pesan antikorupsi ke dalam bahasa visual yang dekat dengan masyarakat,” kata Yuyuk.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan komunitas kreatif adalah upaya KPK menghadirkan komunikasi publik yang lebih beragam. Sebelumnya KPK juga menggelar Festival Film Antikorupsi dan Pariwara Antikorupsi berupa Lomba Iklan Layanan Masyarakat.

“Kami juga terus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas kreatif di berbagai daerah untuk menggali potensi dan cara baru dalam menyampaikan pesan antikorupsi. Semoga dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang kita membangun budaya integritas di tengah masyarakat,” jelas Yuyuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *