SUKABUMI, MATASOSIAL.COM – Suasana perayaan Hari Ulang Tahun Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi berlangsung meriah. Ribuan warga memadati lokasi acara untuk menyaksikan hiburan rakyat.
Kemeriahan bertambah setelah grup musik Ombak Rege asal Pajampangan naik ke panggung. Lagu-lagu reggae khas mereka membuat warga ikut bergoyang.
Untuk memastikan acara berjalan lancar, Polsek Simpenan menerjunkan puluhan personel. Berbeda dengan pengamanan biasanya, kali ini pendekatan yang digunakan lebih humanis.
Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti Agustina bahkan terlihat ikut berjoged bersama warga. Ia juga menyempatkan diri menyaksikan langsung penampilan Ombak Rege.
Menurut Bayu, kehadiran polisi di tengah masyarakat memiliki dua fungsi. Selain menjaga keamanan, juga untuk mendekatkan diri dengan warga.
“kami hadir untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. tetapi pengamanan juga harus dilakukan secara humanis. polisi adalah bagian dari masyarakat, sehingga kami ingin masyarakat merasa nyaman dan terayomi,” ujar akp bayu sunarti.
Ia juga memberikan apresiasi kepada grup musik yang tampil mengisi acara HUT tersebut.
“saya sangat bangga melihat ombak rege dari pajampangan. mainnya bagus, rapi dan profesional. ini menjadi hiburan positif bagi masyarakat, terutama dalam memeriahkan ulang tahun desa loji,” katanya.
Sepanjang kegiatan, personel Polsek Simpenan terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban.
Sementara itu gitaris Ombak Rege Rudiana Marvel bercerita tentang perjalanan grup musiknya. Ombak Rege sudah terbentuk sekitar 15 tahun dan telah merilis dua album.
“ombak rege dari pajampangan sudah berdiri sekitar 15 tahun. alhamdulillah, sampai sekarang kami sudah punya dua album. kami ingin terus berkarya dan memberikan yang terbaik melalui musik,” ungkap rudiana.
Rudiana menyebut, selain aktif bermusik, ia bersama komunitas juga terlibat dalam kegiatan sosial. Salah satunya membantu pembangunan rumah tidak layak huni bagi warga yang membutuhkan.
“kalau ada rezeki, saya selalu berusaha berbagi. alhamdulillah, kami juga bisa membantu membangun rutilahu. memang sedikit demi sedikit, tetapi mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat dan turut membantu pemerintah daerah,” tuturnya.
Di akhir perbincangan, Rudiana menyinggung adanya isu yang sempat menghambat penampilan mereka. Ia menegaskan mendukung pemberantasan narkoba, namun berharap isu tersebut tidak menjegal ruang gerak seniman.
“saya setuju narkoba adalah musuh kita bersama dan harus kita lawan. tetapi jangan sampai isu yang belum jelas justru digembar-gemborkan dan membuat anak bangsa kesulitan berkembang,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah dan masyarakat terus memberikan ruang bagi pelaku seni lokal untuk berkarya.
“bagaimana mau berkembang kalau anak bangsa dipersulit atau tidak boleh tampil? kami ingin berkarya secara positif. kalau ada aturan, tentu kami siap mengikuti dan menghormatinya,” kata rudiana.
