Vladivostok, MataSosial.com. 3 September 2026. Di panggung Eastern Economic Forum ke 11 Vladivostok, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyorot satu titik temu antara Indonesia dan Rusia. Bukan soal bahasa, tapi soal cara hidup.
Saat berpidato Prabowo mengutip pepatah Rusia yang sudah lama dikenal masyarakat di sana.
“Saya memahami bahwa masyarakat Rusia memiliki sebuah pepatah, ‘Odin v pole ne voin’. Tidak akan ada kemenangan jika kita berjuang sendirian,” ujar Prabowo.
Ia lalu menyandingkan pepatah itu dengan nilai yang tumbuh di Indonesia.
“Di Indonesia, kami memiliki pepatah yang sama. Kami menyebutnya gotong royong. Beban seberat apa pun akan menjadi ringan ketika kita memikulnya bersama-sama,” kata Prabowo.
Menurutnya perbedaan bahasa tidak menghapus kebijaksanaan warisan leluhur kedua bangsa.
“Kita memiliki bahasa yang berbeda, tetapi kita memiliki kebijaksanaan kuno yang sama dari para leluhur kita,” ujar Prabowo.
Dari filosofi itu Prabowo mengarah ke kerja sama konkret. Ia menyebut pembahasan soal perdagangan, koridor transportasi, sistem pembayaran, hingga proyek industri.
“Semua yang kita bahas hari ini, garis tarif yang tercakup dalam FTA, koridor transportasi, sistem pembayaran, proyek-proyek industri ada untuk satu alasan, yaitu agar seorang nelayan di Indonesia dan seorang pembuat kapal di Rusia dapat memandang anak-anak mereka dan percaya bahwa hari esok akan lebih baik daripada hari ini,” lanjutnya.
Prabowo juga menegaskan persahabatan Indonesia dan Rusia harus terus diisi dengan aksi nyata.
“Persahabatan tidak dapat hanya hidup dalam sejarah. Generasi kita harus memiliki keberanian untuk menulis babak baru,” ujar Prabowo.
Ia menutup dengan harapan agar forum ini dikenang berbeda.
“Biarlah forum ini dikenang sebagai saat ketika sebagian pihak membangun tembok, kita justru membangun jembatan,” pungkasnya.
