MataSosial.Com- Jakarta, 13 Oktober 2026 – Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran memprioritaskan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di taman nasional yang menjadi habitat satwa dilindungi.
Presiden menegaskan pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian utama pemerintah saat ini.
Pemadaman Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting Jadi Perhatian Presiden
Presiden Prabowo menilai Taman Nasional Tanjung Puting memiliki nilai konservasi yang sangat tinggi. Kawasan tersebut merupakan pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan terbesar di dunia. Selain itu, TN Tanjung Puting juga menjadi destinasi wisata mancanegara.
“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu (kawasan) taman nasional,” kata Prabowo dalam ratas penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10).
Oleh karena itu, Presiden meminta jajaran mengoptimalkan pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting dengan penuh kehati-hatian.
Medan Berat dan 200 Titik Bor Air Untuk Pemadaman Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin menjelaskan penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting memerlukan kehati-hatian karena keberadaan satwa liar.
Kemudian, ia memaparkan tantangan penanganan melalui jalur darat. Medan yang cukup berat membuat kendaraan pengangkut pompa dan alat pemadam tidak bisa masuk ke kawasan tersebut.
“Saya sudah membuat tim, dari pagi sampai siang tadi kita rapat dengan BPBD, dengan pemda, Polri, kita membentuk tim betul-betul sehingga nanti pada saat masuk ke sana itu betul-betul aman bagi anggota juga. Karena memang api yang ada di wilayah itu sangat terpencar dan jauh,” ucap Zainul dalam rapat.
Selanjutnya, Pangdam melaporkan penanganan karhutla di TN Tanjung Puting membutuhkan pompa air dan titik bor air. Tim akan melakukan pengeboran di kawasan rawa dengan kedalaman 10 hingga 15 meter untuk mendapatkan sumber air.
“Nanti kita berdayakan juga masyarakat untuk bantu untuk membuat bor-bor itu,” imbuh dia.
Selain itu, pemerintah menyiapkan pembangunan 200 titik bor air dan mengirimkan 200 unit pompa air dengan anggaran Rp2 miliar untuk mempercepat pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.
639 Hektare Masih Terbakar, Pemadaman Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting Terbesar di Kalteng
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo.
Suharyanto menyampaikan per 12 Oktober 2026, masih ada 639,23 hektare lahan terbakar di enam provinsi. Tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman.
Bahkan, lahan terbakar paling luas tercatat di Kalimantan Tengah yang mencapai 513,89 hektare.
“Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan,” kata Suharyanto.
Suharyanto menyebut satgas udara sudah mencoba bergerak dari bandara di Palangka Raya dan Banjarmasin. Namun, visibilitas sangat pendek akibat kabut asap yang tebal.
“Di Kalimantan Tengah ini, operasi-operasi udara, baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah,” tuturnya.
Selain Taman Nasional Tanjung Puting, Way Kambas Juga Jadi Fokus
Di samping Taman Nasional Tanjung Puting, taman nasional lain yang menjadi perhatian adalah Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur. BNPB bersama tim gabungan masih terus melakukan penanganan di kawasan tersebut.
“Kami juga tetap mengerahkan heli _waterbombing_ untuk tempat-tempat yang susah dijangkau, sebagai contoh Taman Nasional Way Kambas, Tanjung Puting di Pangkalan Bun, dan Halmahera Timur di Maluku Utara,” kata Suharyanto.
Jadi, pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan satwa dilindungi dan keberlanjutan konservasi nasional.
