Matasosial.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mendorong pengembangan Dimethyl Ether dan Compressed Natural Gas sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.
Kegiatan tersebut berlangsung saat Bahlil membuka FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta, pada hari Rabu, tanggal 28 Oktober 2026.
Impor LPG Masih 80 Persen Kebutuhan Tembus 12 Juta Ton
Kementerian Haji Rilis RPH 2027 Jemaah Masuk Asrama 10 April
Bahlil mengatakan, kebutuhan LPG nasional saat ini mencapai sekitar 11 sampai 12 juta ton per tahun, sementara kapasitas produksi dalam negeri masih berada di kisaran 1,8 juta ton per tahun. Kondisi tersebut membuat sebagian besar kebutuhan LPG masih harus dipenuhi melalui impor.
“Memang sekarang untuk gas (alam) kita tidak impor. Tapi yang masih kita impor gas berbentuk LPG. Indonesia masih 80% impor LPG,” kata Bahlil saat membuka FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Menurut Bahlil, kebutuhan LPG akan semakin besar seiring kebutuhan sektor industri. Konsumsi nasional berada di kisaran 8,5 juta ton per tahun, sementara kebutuhan tambahan untuk industri petrokimia seperti Lotte dan Chandra Asri mencapai sekitar 3 juta ton.
“Total kebutuhan sekarang, misal untuk Lotte totalnya 8,5 juta ton. Untuk Lotte dan Chandra Asri itu butuh tambahan 3 juta ton. Jadi memang kita lagi membutuhkan kurang lebih sekitar 11–12 juta ton per tahun untuk LPG,” terang Bahlil.
Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Cabut Konsesi SDA Mangkrak Lebih Dari 2 Tahun
Pemerintah Siapkan DME dari Batu Bara Kalori Rendah
Untuk menjawab kebutuhan tersebut sekaligus mengurangi porsi impor, pemerintah tengah menyiapkan alternatif energi melalui pengembangan DME berbasis batu bara berkalori rendah serta pemanfaatan CNG.
“Jadi kita lagi konversi sebagian, ada sebagian kita bikin DME dengan batu bara low calorie dan sekarang lagi kita mendorong untuk CNG,” ujar Bahlil.
Pengembangan CNG menjadi salah satu opsi yang terus diuji untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik. Pemerintah saat ini tengah melakukan pengujian CNG dalam kemasan tabung 3 kilogram sebelum pemanfaatannya dikembangkan lebih luas.
Mahasiswa Bertemu Kepala Bakom dan Menteri Koperasi di Future Leaders Summit 2026
“Untuk CNG tabung 3 kg masih dalam uji coba dan ini belum selesai uji cobanya,” imbuhnya.
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg di Lemigas
Uji coba tersebut dilakukan untuk memastikan aspek teknis dan kesiapan CNG sebagai salah satu alternatif LPG bagi masyarakat. Pengembangan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah mengoptimalkan sumber energi dalam negeri.
Kementerian ESDM telah memulai pengujian tabung CNG 3 kilogram melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi. Hasil pengujian menjadi salah satu tahapan penting sebelum pemanfaatan CNG dapat dikembangkan secara lebih luas.
Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Aman Meski Kemarau Panjang Hingga November
Melalui pengembangan DME dan CNG, pemerintah berupaya memperluas pilihan sumber energi domestik sekaligus secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor dan memperkuat kemandirian energi nasional.
