Matasosial.com, Sukabumi – Sekilas Perjalanan Asep Japar, Bupati Sukabumi, adalah kisah tentang 33 tahun pengabdian tanpa henti. Nama Asep Japar bukan nama baru bagi warga Kabupaten Sukabumi. Sebelum dilantik menjadi Bupati Sukabumi pada 20 Februari 2025, pria yang akrab disapa Asjap dan kini Bapa Dewek ini sudah 33 tahun mengabdi sebagai birokrat. Perjalanannya dari kantor dinas hingga ke kursi nomor satu di Sukabumi adalah kisah tentang ketegasan, kerja nyata, dan kedekatan dengan rakyat.
Awal Perjalanan Asep Japar: Dari BKKBN Hingga Diskoperindag
Lahir di Garut, 10 November 1963, Perjalanan Asep Japar memulai karier pemerintahan pada tahun 1990 di BKKBN Kabupaten Sukabumi. Ia kemudian bertugas di Dinas Perhubungan, menjadi Kepala Bagian Perlengkapan, hingga dipercaya memimpin Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) selama 10 tahun, dari 2009 hingga 2019.
Di Diskoperindag, Asep Japar dikenal sebagai sosok yang peduli pada ekonomi rakyat. Ia aktif membangun dan merevitalisasi pasar-pasar tradisional di Sukabumi, agar pedagang kecil bisa naik kelas dan ekonomi lokal bergerak.
Perjalanan Asep Japar Saat Menjadi Kepala Dinas PU
Tahun 2019 menjadi titik balik dalam Perjalanan Asep Japar. Ia diangkat menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi. Di jabatan inilah namanya melejit dan dikenal seluruh Sukabumi.
Tiga program yang paling diingat warga dari masa kepemimpinannya di Dinas PU:
Aksi “Bongkar” yang Viral
Pada September 2021, Asep Japar mendapat laporan masyarakat tentang proyek irigasi dan jalan yang dikerjakan asal-asalan. Tanpa ragu, ia memerintahkan pembongkaran proyek yang tidak sesuai spesifikasi. Aksi “Bongkar” ini membuatnya dijuluki sebagai pejabat yang berani dan tidak bisa disuap.
“Kita bangun pakai uang rakyat, jadi harus bagus. Kalau jelek, bongkar,” begitu prinsip yang selalu ia pegang selama di PU.
Membangun Konektivitas Sukabumi
Di bawah kepemimpinannya, Dinas PU gencar membangun jalan, jembatan, dan irigasi. Tujuannya satu: menghubungkan desa-desa terpencil di Sukabumi agar ekonomi dan akses pendidikan bisa merata.
Program Rutilahu
Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi program paling menyentuh. Uniknya, program ini dibiayai dari donasi Asep Japar sendiri bersama staf Dinas PU. Rumah warga miskin yang hampir roboh, dibedah menjadi rumah layak huni.
Asep Japar pensiun dari PNS pada 1 Desember 2023. Banyak yang mengira kariernya selesai. Ternyata itu justru awal babak baru.
Perjalanan Asep Japar Dari Birokrat Menjadi Politisi
Tahun 2024, setelah pensiun, Asep Japar resmi bergabung dengan Partai Golkar. Ia kemudian maju di Pilkada Sukabumi 2024 berpasangan dengan Andreas dari PKB.
Hasilnya tidak main-main. Pasangan Asep Japar – Andreas menang telak dengan meraih 564.862 suara atau 53,10% dari total suara sah, mengalahkan lawan-lawannya.
Pada 20 Februari 2025, Asep Japar dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, sebagai Bupati Sukabumi ke-17 periode 2025-2030. [LINK EKSTERNAL: Blok kata Presiden Prabowo Subianto, link ke setkab.go.id / sukabumikab.go.id]
Perjalanan Asep Japar Kini Memimpin Sukabumi: Mewujudkan Sukabumi Mubarokah
Sebagai Bupati, Asep Japar tidak membawa visi yang muluk-muluk. Ia membawa satu kata yang kini menjadi jati diri Kabupaten Sukabumi: SUKABUMI MUBAROKAH.
Bagi Asep Japar, Mubarokah bukan sekadar slogan. Itu adalah janji kerja. Mubarokah adalah singkatan dari cita-cita besar Sukabumi yang ingin ia wujudkan selama memimpin periode 2025-2030:
Maju
Sukabumi harus maju infrastrukturnya. Jalan mulus sampai ke pelosok, jembatan kokoh, irigasi lancar, dan pelayanan publik yang cepat dan digital. Prinsip yang sama saat ia di Dinas PU, kini ia terapkan untuk seluruh Sukabumi. Tidak ada lagi pembangunan asal-asalan, semua harus berkualitas dan tepat manfaat.
Unggul
Sukabumi harus unggul sumber daya manusianya. Melalui program _Satu Sarjana Satu Desa_, Asep Japar ingin setiap desa di Sukabumi punya sarjana yang bisa menjadi motor perubahan. Pendidikan diperkuat, kesehatan dipermudah, dan anak muda Sukabumi didorong untuk berani bersaing, bukan hanya jadi penonton di daerah sendiri.
Berbudaya
Sukabumi harus tetap berbudaya. Di tengah gempuran modernisasi, Asep Japar ingin nilai-nilai Sunda, gotong royong, kesantunan, dan kearifan lokal tetap hidup. Pembangunan boleh modern, tapi jati diri Sukabumi tidak boleh hilang. Budaya adalah akar, dan dari akar itulah Sukabumi tumbuh.
MUBAROKAH – Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah
Inilah puncaknya. Kalau Sukabumi sudah Maju, Unggul, dan Berbudaya, maka hasil akhirnya harus menjadi Sukabumi yang _Mubarokah_. Artinya pembangunan dirasakan semua warga, bukan hanya segelintir orang. Ekonomi rakyat tumbuh, pedagang pasar sejahtera, petani tersenyum, dan tidak ada lagi warga yang tertinggal.
“Saya ingin Sukabumi ini Mubarokah. Majunya kerasa, unggulnya nyata, budayanya terjaga, dan berkahnya sampai ke semua warga,” begitu pesan yang selalu disampaikan Asep Japar dalam setiap kunjungan ke desa-desa.
Pada 24 Oktober 2026, komitmen itu kembali diperkuat saat ia terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi periode 2025-2030. Targetnya jelas, mengawal visi Mubarokah ini dengan kekuatan politik yang solid, hingga kursi Golkar di DPRD Sukabumi bisa mencapai 17 kursi. [LINK INTERNAL: Blok kata BPR Sukabumi / Transformasi Digital, link ke artikel kamu yang judulnya Bupati Asep Japar Apresiasi Transformasi Digital BPR Sukabumi]
Dari seorang Kepala Dinas PU yang berani bongkar proyek nakal, kini Perjalanan Asep Japar sedang membongkar hal yang lebih besar: membongkar ketertinggalan, dan membangun Sukabumi yang Mubarokah – Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah.
