Matasosial, Sukabumi – 3 Maret 2026, Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi barengan Diskominfo kembali menudara lewat program Jaksa Menyapa di LPPL Radio Citra Lestari. Tema yang diangkat kali ini bikin banyak orang angkat alis: “Fenomena Kenakalan Remaja di Media Sosial Jadi Sorotan Serius”.
Acara ini menghadirkan dua narasumber kece: Yusep N. Barnasyah, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Sukabumi, dan Dimas Fir Rizqi, Ajun Jaksa Madya sekaligus Plt. Kasubsi I Seksi Intelijen Kejari Sukabumi. Diskusi mereka nyentuh banget sama realita anak muda zaman sekarang yang hidupnya nggak bisa lepas dari medsos.
Yusep N. Barnasyah: Medsos Bukan Tempat Bebas Tanpa Aturan Yusep dengan tegas bilang:
“Perilaku remaja di ruang digital kini semakin kompleks. Nggak cuma cyberbullying, tapi juga ujaran kebencian, hoaks, pelanggaran privasi, sampai konten asusila yang bisa bikin pelakunya kejerat hukum. Jangan kira bercanda itu bebas konsekuensi. Ada batas jelas antara kebebasan berekspresi dan pelanggaran hukum. Kebebasan berekspresi tetap harus tunduk pada norma hukum, termasuk UU ITE,” ungkapnya.
Literasi Digital Jadi Tameng Utama Yusep juga nambahin:
“Saya terus menggencarkan program literasi digital buat pelajar sebagai langkah preventif. Kejaksaan lewat Jaksa Menyapa juga turun ke sekolah-sekolah, biar remaja nggak kejebak masalah hukum gara-gara salah langkah di medsos. Pesan saya: saring sebelum sharing, pikirkan dampaknya sebelum posting. Ingat, jejak digital nggak pernah benar-benar hilang,” jelasnya.
Dimas Fir Rizqi: Diversi, Bukan Sekadar Hukuman Sementara itu, Dimas kasih perspektif hukum yang lebih humanis:
“Kasus hukum yang melibatkan anak atau remaja mengedepankan diversi, yaitu penyelesaian di luar persidangan dengan tujuan pembinaan, bukan semata penghukuman. Tapi peran orang tua tetap krusial, bahkan bisa dimintai pertanggungjawaban kalau lalai mengawasi,” ungkapnya.
Dia juga menekankan pentingnya literasi digital:
“Literasi digital bukan cuma soal bisa pakai teknologi, tapi juga paham dampak hukum dan sosial dari setiap unggahan. Minimnya pemahaman etika, lemahnya pengawasan, plus pengaruh lingkungan jadi faktor dominan kenakalan remaja di dunia maya,” jelasnya.
Medsos Itu Panggung, Jangan Sampai Jatuh Sendiri Podcast ini bukan sekadar obrolan hukum, tapi jadi alarm keras buat semua pihak. Remaja harus makin melek digital, orang tua kudu lebih peduli, dan masyarakat bareng-bareng jaga ruang digital biar tetap sehat.
Singkatnya: Medsos itu panggung besar. Kalau mau tampil, pastikan nggak bikin diri sendiri jatuh.






