Sukabumi, – 27 Mei 2025. Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Uj Sukma Wijaya beberapa hari lalu, Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan bahwa dirinya tidak anti kritik, terutama kritik yang bersifat membangun. “Dan saya harus siap dikritik untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusannya dalam pembangunan, Asep Japar mengungkapkan bahwa ia telah mengundang beberapa kepala dinas terkait, seperti PERKIM, Dinas PU, BPBD, serta sejumlah staf ahli untuk membahas percepatan pembangunan. “InsyaAllah, dalam waktu dekat, jalan-jalan yang rusak sudah mulai ada yang dibangun,” terangnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus melalui mekanisme dan tahapan yang sesuai dengan aturan keuangan. “Bersabar, insyaAllah,” pintanya kepada masyarakat. Meski begitu, ia menegaskan bahwa perbaikan jalan yang rusak tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. “Kita harus ada keberpihakan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Soni S Gunawan mengapresiasi keterbukaan Bupati terhadap kritik yang membangun dan mendoakan kelancaran kepemimpinannya: “Nuhun infona, Brad. Rakyat nu gaduh medsos nampi obrolan anu ambil kritik, ngelingan kritik membangun kebaikan langkah Bapak Abdi… Bapak sadaya nu janten bupati, mudah-mudahan sehat, diberi kelancaran, kemudahan menuju Sukabumi nu barokah.”
Sementara itu, Ahmad Muhajirin mempertanyakan efektivitas rapat dalam percepatan pembangunan: “Moal beres ku rapat, Kang. Meren eta rapat pasti ngaluarkeun anggaran oge. Rapat ongkoh, gerak eweh. Punten.”
Enung Alfiah menyoroti peran camat dan kepala desa dalam mempercepat perbaikan jalan serta menyarankan pemanfaatan sumber daya lokal: “Iya, Pak Bupati. Kalau jalan sendiri Bapak tidak mungkin, biar cepat gedor para camat dan kades (gua), potensi desa yang ada batu pecahnya alokasikan ke jalan-jalan yang jelek (berlubang), baik jalan desa maupun jalan kabupaten biar sedikit warga terobati. Saran untuk Kecamatan Ciracap, tikung Cikarang pandangan terhalang agar dipapas supaya tidak menjadi potensi laka lantas. Semoga sukses selalu, Pak Bupati.”
Di sisi lain, Djoko Supono menekankan perlunya aksi nyata dalam perbaikan jalan yang telah lama rusak: “Kurangi sedikit ngopi, kerja gerak cepat. Soalnya warga ingin segera menikmati jalan bagus, terutama jalan Mareleng Ciracap sudah 7 tahun masih jelek, padahal masyarakat bayar pajak terus ke pemerintah.”
Harapan besar juga disampaikan oleh Ruhyat S, yang berharap pembangunan segera menyentuh wilayahnya: “Mugia sing lancar, Pak, sagala rupina… Mudah-mudahan Cikakak oge ka bangun, nu daerah Sirnarasa, Pak… Mugia Pak Bupati sing sehat, cageran.”
Beragam aspirasi ini mencerminkan keinginan masyarakat akan perubahan nyata dalam pembangunan infrastruktur Sukabumi. Di bawah kepemimpinannya, Bupati Asep Japar dihadapkan pada tantangan besar untuk memenuhi harapan rakyat dan memastikan pembangunan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Kini, masyarakat menantikan langkah-langkah konkret yang akan diambil dalam waktu dekat.
Meski menghadapi berbagai kendala, Asep Japar tetap menegaskan bahwa kepemimpinannya selalu berpihak pada rakyat. Dengan komitmen kuat terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, ia berupaya menjadikan Sukabumi sebagai daerah yang Mubarokah yang terus maju dan memberikan manfaat nyata bagi warganya.






