Matasosial.Com, Sukabumi, Palabuhanratu, Jumat (13/3/2026) — Suasana halaman Masjid Agung Palabuhanratu berubah menjadi ruang silaturahmi terbuka saat ratusan warga berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Tanpa panggung, tanpa protokol resmi, hanya alas tikar, bekal sederhana, dan senyum tulus yang menyatukan semua orang.
Kebersamaan ini bukan sekadar rutinitas Ramadan, melainkan cerminan kedamaian yang tumbuh di hati masyarakat pesisir. Dwi, salah satu pengunjung, mengungkapkan kesan mendalamnya. “Saya datang sendiri, tapi rasanya seperti pulang ke keluarga besar. Semua saling berbagi, saling menyapa. Ini bukan sekadar buka puasa, ini bukti bahwa semangat Sukabumi Mubarokah itu nyata,” ujarnya sambil tersenyum.
Warga dari berbagai penjuru Palabuhanratu datang membawa bekal masing-masing. Ada yang membawa nasi liwet, ada yang berbagi kurma, sementara anak-anak tampak riang berlarian menunggu adzan maghrib. Tak ada sekat, tak ada hirarki—semua duduk sejajar, menikmati momen suci dengan penuh rasa syukur.
Keharmonisan ini menjadi bukti bahwa nilai kekeluargaan dan gotong royong masih menjadi napas utama masyarakat Palabuhanratu. Di tengah tantangan zaman, mereka menunjukkan bahwa kedamaian bisa dimulai dari hal sederhana: makan bersama, saling menyapa, dan berbagi ruang dengan hati terbuka.






