Matasosial.com, Sukabumi, — Usai menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama komunitas Pemuda Blades di Rumah Aspirasi Iman Adinugraha, Jalan Siliwangi, Kelurahan Palabuhanratu, Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, memberikan pernyataan penting kepada awak media terkait dugaan kasus keracunan makanan di beberapa dapur wilayah Sukabumi.
Dalam sesi wawancara, saat ditanya awak media terkait adanya kasus dugaan keracunan dari makanan program MBG di Sukabumi, Iman Adinugraha menyampaikan keprihatinannya terhadap para korban dan menekankan pentingnya pembenahan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Dugaan makanan kadaluarsa sehingga menimbulkan korban keracunan. Saya yakin ya program ini akan terus berjalan, tetapi pembenahan di sana-sini memang harus dilakukan. Karena ini program yang baru, adapun kepada para korban saya ikut prihatin, mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi yang keracunan makanan,” ucap Iman Adinugraha, Minggu 28 September 2025.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan program unggulan dari pemerintahan Presiden Prabowo, dan seluruh elemen bangsa wajib mengamankan serta memonitor pelaksanaannya secara serius.
“Karena program ini adalah program unggulan dari pemerintahan Presiden Prabowo. Saya kira kita semua wajib untuk mengamankannya, wajib untuk memonitornya. Tapi satu hal, pesan Presiden kemarin ketika beliau sudah pulang ke Indonesia, ada satu hal yang saya dengar bahwa ini jangan dijadikan alat politik,” tegasnya.
Iman Adinugraha juga mengingatkan agar keberhasilan maupun kekurangan program tidak dijadikan komoditas politik, mengingat skala dan dampaknya yang menyentuh jutaan penduduk Indonesia.
“Baik itu keberhasilannya maupun ada kesalahannya di mana-mana. Jadi jangan dipolitisasi, Presiden meminta itu. Karena ini program besar yang mencakup jutaan penduduk Indonesia, pasti kekurangan ada di sana-sini,” tandasnya.
Meski demikian, Iman Adinugraha tetap optimis bahwa program makan bergizi gratis akan berjalan dengan baik seiring waktu, dan mampu mencapai tujuan utama Presiden dalam meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.
“Tapi saya yakin program ini seiring waktu akan berjalan dengan baik. Dan pada akhirnya tujuan Presiden untuk menambah gizi anak-anak Indonesia akan tercapai dengan baik,” yakinnya.
Menanggapi rencana Presiden untuk memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Iman Adinugraha menyambut baik langkah tersebut sebagai bagian dari konsolidasi besar-besaran demi keberlanjutan program.
“Kita berharap dapur-dapur yang terindikasi ada makanan-makanan yang membuat keracunan itu dimonitoring. Mudah-mudahan mereka bisa memperbaiki, kalaupun mereka berlanjut, mereka memperbaiki. Jangan sampai hal itu terulang kembali,” harapnya.
Masih kata Iman Adinugraha, bahwa memang itu harus dilakukan terkait Presiden Prabowo memanggil Kepala BGN.
“Kaitan dengan Presiden akan memanggil kepala BGN, saya kira memang itu harus dilakukan. Karena ini perlu konsolidasi, masif ya, karena ini kan sudah semakin meningkat. Dari bulan ke bulan penerima manfaat dari BGN ini semakin banyak. Ya puluhan juta orang, bayangkan, puluhan juta anak Indonesia yang akan merasakan manfaat dari makan bergizi gratis ini,” jelasnya.
Iman Adinugraha menutup pernyataannya dengan ajakan untuk bersama-sama memantau pelaksanaan program, serta menyerukan kehati-hatian kepada para pengelola dapur agar tidak mengulangi kesalahan yang dapat membahayakan kesehatan anak-anak.
“Tentu ada kekurangan, mari kita monitor sama-sama. Karena ya, kaitan dengan dapur yang diindikasikan ada makanan yang membuat siswa keracunan, saya kira BGN ada langkah-langkah yang baik ya, mudah-mudahan ke depannya tidak terjadi lagi seperti itu,” pungkasnya.
“Tentang sanksi ataupun apa, saya kira nanti kita tunggu saja apa yang menjadi keputusan dari BGN itu sendiri. Saya jujur saja hanya menghimbau kepada para dapur itu, agar ke depan itu harus lebih hati-hati ya, memperhatikan makanannya, memperhatikan kesehatannya, jangan sampai itu terjadi lagi,” imbaunya.






