Matasosial.Com, Cisolok, Sukabumi — Kepala Desa Cikahuripan, Kang Midun, menegaskan bahwa Pantai Karang Hawu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan aset budaya dan sejarah yang nilainya terus naik layaknya saham unggulan, Sabtu 28 Maret 2026.
“Alhamdulillah, Karang Hawu ini bukan hanya indah, tapi juga penuh sejarah. Dulu Presiden Bung Karno pernah beristirahat di Gunung Karang Hawu, bahkan dongeng Nyai Roro Kidul pun berakar dari sini,” ujar Kang Midun.
Dalam perspektif budaya, Karang Hawu adalah tapak jejak sejarah nasional sekaligus ruang mitologi Nusantara. Bung Karno hadir sebagai simbol perjuangan dan kebangsaan, sementara Nyai Roro Kidul menjadi lambang spiritualitas Jawa Barat yang menyatu dengan ombak selatan.
Karang Hawu bukan hanya pantai, melainkan brand equity budaya yang harus dijaga dengan sopan santun, kebersihan, dan penghormatan. Seperti menjaga fundamental bangsa, agar grafik sejarah dan pariwisata tetap bullish.
Tak hanya itu, Sukabumi juga memiliki Geyser Cipanas alami dengan kandungan belerang, dipercaya sebagai katalis penyembuhan tubuh. Kombinasi laut dan geyser adalah portofolio wisata yang menyatukan hiburan, kesehatan, dan spiritualitas.
Kang Midun mengapresiasi kerja keras tim keamanan laut yang menjaga arus berbahaya, ibarat strategi hedging dalam menjaga warisan. Ditambah lagi, Sumur Tujuh sebagai bonus dividen alam, menjadi simbol keseimbangan antara manusia dan alam.
Dengan perpaduan jejak Bung Karno, mitos Nyai Roro Kidul, keindahan pantai, geyser belerang, dan sumur tujuh, Sukabumi layak disebut laboratorium pariwisata budaya. Di sini ada reaksi kimia alam, pertanian tumbuh, dan saham budaya yang terus menguat.
“Mudah-mudahan pengunjung merasa aman, nyaman, dan semuanya berjalan lancar. Sukabumi Mubarokah, Jawa Barat, Istimewa,” tutup Kang Midun.
