Pertempuran Global Lagi Sengit, Asep Japar  Bangun Kampung Sukabumi Mubarokah

MataSosial.com

Matasosial.Com- Sukabumi, Dunia lagi panas: Iran sibuk adu rudal dengan Israel, Amerika sibuk pamer pangkalan militer. Selat Hormuz dicekik, Gaza berasap, Washington teriak-teriak soal embargo. Semua headline bikin kening berkerut. Tapi tunggu dulu—ada satu arena pertempuran yang justru bikin adem: Sukabumi Mubarokah.

Rabu (1/4/2026), bukan misil yang mendarat, melainkan batu pertama di Kampung Mubarakah, Desa Cikadu, Palabuhanratu. Di saat dunia sibuk merapal strategi nuklir, Bupati Sukabumi H. Asep Japar meluncurkan jurus pamungkas: Ajian Prabu Siliwangi – Saling Asah, Asuh, Asih versi Sukabumi Mubarokah. Jurus ini bukan sekadar diplomasi, tapi “top markotop herbing pisan”—langsung bikin warga tersenyum lega.

Bayangkan, ketika Pentagon sibuk hitung biaya kontrak senjata, Sukabumi justru hitung ukuran rumah: 36–60 meter persegi, tahan gempa, arsitektur Sunda, Rp35 juta per unit. Kalau Israel sibuk bikin bunker, Sukabumi bikin hunian damai. Kalau Iran sibuk unboxing rudal, Sukabumi sibuk unboxing bambu dan kayu jadi dinding rumah.

Warga yang hadir bilang pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tapi jawaban dari penantian panjang. Kalau di Washington orang nunggu “kesepakatan nuklir”, di Palabuhanratu orang nunggu “atap rumah yang nggak bocor pas hujan”.

Bupati Asep Japar menegaskan, “Kampung Mubarakah ini bukti komitmen Pemkab Sukabumi dalam memperkuat penanggulangan bencana dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat. Ini bukan janji, tapi langkah nyata.” Dalam bahasa geopolitik: ini bukan resolusi PBB, tapi resolusi Ajian Siliwangi.

Kadis Perkim, Sendi Apriadi, bikin timeline pembangunan kayak agenda KTT internasional:

  • Tahap I (April–Juni): 20 unit
  • Tahap II (Juli–September): 30 unit
  • Tahap III (Oktober–Desember): 38 unit

Total 86 unit siap berdiri tahun ini. Bedanya dengan geopolitik global, di sini nggak ada veto. Semua pihak kompak: Pemkab, Kodim 0622, warga, sampai donatur.

Kesimpulan: Di saat Iran, Israel, dan Amerika sibuk perang urat saraf, Sukabumi justru memenangkan “pertempuran” dengan jurus paling sakti: Ajian Prabu Siliwangi Saling Asah, Asuh, Asih. Pemenangnya jelas: Sukabumi Mubarokah. Panglimanya? Asep Japar—pemimpin yang bikin dunia sadar bahwa kadang, kemenangan sejati bukan di medan perang, tapi di kampung yang penuh berkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *