Tanda Pangkat Disematkan Langsung Oleh Presiden, Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN

BERITA66 Dilihat

Jatinangor 10 Agustus 2026 – Di balik seragam putih yang dikenakan saat pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), tersimpan kisah perjuangan seorang anak petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar. Berkat kerja keras dan ketekunannya, Toriq berhasil meraih prestasi sebagai salah satu lulusan terbaik IPDN Tahun 2026. Ia menjadi satu dari tiga Purna Praja yang memperoleh kehormatan disematkan langsung tanda pangkat Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto.

Toriq adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang tumbuh dalam keluarga sederhana. Orang tuanya menggantungkan hidup dari bertani, beternak bebek, dan menjual telur ke warung-warung sekitar. Kakaknya bekerja sebagai buruh di pabrik kayu dekat rumah. Dengan tekad mengangkat derajat keluarga, Toriq mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada 2022.

“Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat 2 pada hasil akhir tesnya di Provinsi Jawa Tengah untuk di IPDN sendiri karena memang merupakan sekolah kedinasan yang ikatan dinas, di dalamnya kita dibiayai oleh negara baik biaya hidup maupun biaya pendidikan,” jelas Toriq saat ditemui di Kampus IPDN Jatinangor, Rabu (29/7/2026).

Namun perjuangan itu tidak mudah. Jarak Banyumas–Semarang membuat keluarganya harus berjuang menyediakan biaya transportasi dan administrasi. “Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu,” ungkapnya.

Meski penuh keterbatasan, Toriq berhasil melewati seluruh tahapan seleksi: administrasi, SKD, kesehatan, psikotes, hingga kesamaptaan. Ia mencatatkan nilai SKD sekitar 455 dan menjadi peringkat pertama di sesi seleksinya, sebelum akhirnya meraih peringkat kedua hasil akhir seleksi Provinsi Jawa Tengah.

“Saya merasa sangat bangga dan bisa menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan penyematan yang disematkan langsung oleh Presiden, merupakan suatu pengalaman yang sangat-sangat membanggakan, suatu mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Jadi Alhamdulillah,” tuturnya penuh haru.

Momentum itu semakin memperkuat tekadnya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. “Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Kisah Toriq adalah cermin bahwa dari tanah sederhana pun bisa lahir prestasi gemilang. Dari sawah dan kandang bebek, ia melangkah ke podium kehormatan, membawa harapan baru bagi keluarga dan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *