Airlangga Hartarto Dorong Penguatan Pasar Modal, Kepercayaan Investor Jadi Kunci

Kementerian51 Dilihat

Jakarta – 11 Agustus 2026 – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa penguatan kepercayaan investor menjadi salah satu kunci menjaga momentum investasi dan ekspansi usaha di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026 di Jakarta.

Airlangga menyebut, di tengah ketidakpastian global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. “Perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,45% pada Semester I-2026 di tengah berbagai gejolak global. Kondisi tersebut juga didukung oleh inflasi yang relatif rendah sebesar 2,88% serta kemampuan Indonesia memitigasi dampak gejolak harga energi,” ujarnya.

Hingga Juni 2026, pasar modal Indonesia tercatat memiliki 957 perusahaan, 28,9 juta investor, dan kapitalisasi pasar sekitar Rp9.897 triliun. Di tingkat ASEAN, Indonesia menempati posisi jumlah investor terbesar, perusahaan tercatat terbesar kedua, kapitalisasi pasar terbesar ketiga, serta rata-rata nilai transaksi harian terbesar kedua.

Namun, Airlangga menekankan bahwa penguatan pasar modal ke depan tidak hanya berfokus pada skala, tetapi juga kualitas, kedalaman, likuiditas, dan transparansi. Dari sisi supply, hingga Juli 2026 terdapat tujuh perusahaan baru tercatat dengan dana IPO sekitar Rp2,16 triliun. Investor kini semakin memperhatikan aspek tata kelola, keterbukaan informasi, dan struktur kepemilikan.

Pemerintah juga memperkuat reformasi pasar modal melalui sinergi dengan OJK, Bursa Efek Indonesia, KSEI, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan terkait. Upaya ini dilakukan lewat pengembangan instrumen investasi seperti PINTAR Reksa Dana dan ETF Emas, serta percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, iklim investasi diperkuat melalui deregulasi dan penyelesaian hambatan lintas kementerian/lembaga. Melalui Satgas Debottlenecking, hingga 30 Juli 2026 telah diterima 170 aduan pelaku usaha, dengan 124 di antaranya diselesaikan, mencakup isu perizinan, perpajakan, kepabeanan, tata ruang, logistik, dan energi.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan, “Penguatan kepercayaan investor perlu diikuti peningkatan kualitas perusahaan tercatat sebagai penghubung antara pasar keuangan dan sektor riil. Perusahaan tercatat perlu memperkuat tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi agar penghimpunan dana dapat semakin optimal mendukung ekspansi usaha, investasi, inovasi, dan produktivitas.”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia Armand Wahyudi Hartono, serta jajaran pengurus dan anggota Asosiasi Emiten Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *