Airlangga Hartarto Dorong Pembiayaan UMKM Rp2.000 Triliun, Inklusi Keuangan Naik

Kementerian48 Dilihat

Jakarta – 11 Agustus 2026 – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Pada Semester I-2026, ekonomi nasional tumbuh 5,45%, inflasi Juli terkendali di angka 2,28%, Indeks Keyakinan Konsumen berada di level optimis 116,8, PMI Manufaktur ekspansif di level 50,2, serta cadangan devisa mencapai USD145,3 miliar.

Dalam UMKM Finance Summit 2026, Airlangga menyoroti pentingnya perluasan akses pembiayaan bagi UMKM. Kredit UMKM pada Juni 2026 tercatat Rp1.519,1 triliun, tumbuh 1,05% (yoy), membaik dibanding Mei 2026 sebesar 0,60%. Sementara itu, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks inklusi keuangan meningkat dari 92,74% (2025) menjadi 93,61% (2026), dan indeks literasi keuangan naik menjadi 69,57%.

Airlangga mengapresiasi capaian tersebut. “Saya mengapresiasi terkait dengan inklusi, angkanya, literasi sudah naik, inklusi naik, tinggal kesejahteraannya bisa dikejar. Sekarang kan financial welfare yang dikejar. Jadi mereka sudah literate, sudah inklusif, punya rekening. Tapi kemampuan mereka untuk membaca, melakukan investasi dan lain-lain. Nah itu yang dikejar untuk berikutnya,” ujarnya.

Menko Airlangga mendorong agar target pembiayaan UMKM ditingkatkan menjadi Rp2.000 triliun, dari posisi saat ini sekitar Rp1.500 triliun. Peningkatan ini diharapkan memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha yang belum memperoleh dukungan memadai. Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi sebagai pengungkit UMKM. Pengguna QRIS telah mencapai 66 juta dengan 44 juta merchant, sementara transaksi digital dapat membentuk rekam jejak usaha sebagai basis credit scoring agar UMKM yang unbankable menjadi bankable.

Airlangga menambahkan, pemanfaatan teknologi termasuk AI diharapkan mampu meningkatkan produktivitas UMKM sekaligus membuka peluang pendapatan baru. Ia juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan Program Magang Nasional untuk memperkuat kapasitas usaha.

Menutup sambutannya, Airlangga menekankan pentingnya UMKM meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar. “Pengalaman negara lain dapat menjadi pembelajaran dalam membangun ekosistem UMKM yang mampu tumbuh dan berkembang berdampingan dengan pelaku usaha berskala besar,” tegasnya.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan, “Pemerintah terus mendorong ekosistem pembiayaan yang inklusif agar semakin banyak UMKM yang dapat mengakses pembiayaan, meningkatkan produktivitas, dan naik kelas secara berkelanjutan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar pembiayaan benar-benar memberikan dampak bagi pengembangan usaha dan perekonomian nasional,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Ketua Dewan Komisaris OJK Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Hanif Dhakiri, Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Dian Ediana Rae, serta Deputi Kemenko Perekonomian Ferry Irawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *