Bandung — Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, menggelar Workshop Budaya Pelayanan Prima pada 22–23 April 2026 di Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Jawa Barat. Acara ini diikuti pejabat administrator, pengawas, serta petugas layanan publik dari seluruh balai di lingkungan Ditjen Bina Marga dan Badan Pengatur Jalan Tol.
Dengan tema “Meningkatkan Kapasitas Aparatur dalam Menghadirkan Layanan Infrastruktur yang Berkualitas dan Terpercaya”, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus refleksi untuk memperkuat peran aparatur sebagai pelayan publik.
Sekretaris Ditjen Bina Marga, Haerudin C. Maddi, menekankan bahwa pelayanan publik tidak cukup sekadar memenuhi standar teknis, melainkan harus berangkat dari sikap dan karakter. “Pelayanan harus diberikan secara tuntas. Pada akhirnya, pelayanan adalah tentang sikap dan karakter. If you lose character, you lose everything. Tujuan akhirnya adalah kepuasan masyarakat,” ujarnya.
Selama dua hari, peserta mendapat materi dari berbagai narasumber. Iin Supriyatin Ramli, CEO PT Sahabat Layanan Indonesia sekaligus Ultimate Service Expert, menekankan pentingnya konsistensi dalam menghadirkan pengalaman layanan yang unggul. Ia menegaskan bahwa pelayanan prima harus mampu melampaui ekspektasi masyarakat.
Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Muhamad, memaparkan strategi meminimalisir sengketa informasi melalui kepatuhan prosedur, respons cepat, dan transparansi. Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Jawa Barat, Bayu Rakhmana, berbagi inovasi pelayanan publik berbasis digital di tingkat daerah.
Workshop ini menekankan perubahan mindset dari dilayani menjadi melayani. Aparatur didorong untuk tidak hanya memahami konsep pelayanan prima, tetapi juga mengimplementasikannya dalam pekerjaan sehari-hari.
Ditjen Bina Marga menegaskan komitmennya membangun budaya pelayanan prima sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Tujuannya bukan sekadar menghadirkan infrastruktur berkualitas, tetapi juga layanan publik yang humanis, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.








