Matasosial.com, Senin 1/12/2025 — Perjalanan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Ciganas, Sirnarasa, Cikakak, Sukabumi, menyimpan kisah menarik. Jalan setapak yang curam ditempuh penuh kehati-hatian oleh Kang Dedy Mulyadi, atau KDM, hingga akhirnya tiba di area pesawahan.
Di tengah hamparan hijau, langkah KDM mendadak terhenti. Ia melihat sekelompok ibu-ibu sedang ngabibitkeun pare, menanam benih padi dengan sabar. Spontan, KDM mendekat, berbincang hangat, dan terlihat memberikan sejumlah uang kepada mereka.
Suasana pun berubah haru. Senyum merekah, mata berbinar, dan suara syukur terdengar lantang.
“Nya bungah pisan atuh eta ibu-ibu teh… Alhamdulillah, aamiin ya robbal ‘alamin,” ucap yang ikut menyaksikan momen tersebut penuh rasa syukur.
Momen sederhana di sawah itu menjadi potret nyata: pemimpin hadir, rakyat tersenyum, dan harapan tumbuh bersama di tanah Sukabumi.
Kehadiran KDM di jalur menuju PLTMH bukan hanya simbol kepedulian, tetapi juga bagian dari agenda pembangunan energi terbarukan yang sedang digalakkan di Jawa Barat. PLTMH di kawasan pedesaan seperti Ciganas diharapkan mampu menyediakan listrik ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Interaksi spontan dengan ibu-ibu petani padi memperlihatkan bahwa pembangunan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari warga desa. Energi terbarukan, pertanian, dan solidaritas sosial saling berkaitan. Dari sawah hingga listrik desa, semua menjadi satu rangkaian yang memperkuat Sukabumi menuju masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
