Desa Cicareuh, Hidden Gem Sukabumi yang Hebring pisan!

Matasosial.com, Sukabumi, 02 Maret 2026 –– Kalau ngomongin potensi desa, ternyata Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Sukabumi punya cerita yang nggak biasa. Dari sejarah yang mendunia, budaya yang unik, sampai UMKM dan wisata alam, semuanya ada di sini. Kepala Desa Cicareuh dengan bangga bilang:

“Kalau berbicara potensi itu sebenarnya ada potensi budaya. Lebih ke historical tourism, sejarah.”

Historical Tourism: Pabrik Gutta Percha 1885

Di Desa Cicareuh berdiri Pabrik Gutta Percha yang dibangun tahun 1885. Waktu itu, karet dari pabrik ini sampai mendunia, jadi komoditas yang bikin nama desa dikenal luas. Yang bikin makin spesial, ada pohon Gutta Percha yang katanya cuma ada satu di dunia, dan itu adanya di Desa Cicareuh. World class pisan!

Budaya Lokal: Ronggeng & Sejarahnya

Selain sejarah, budaya di Cicareuh juga nggak kalah keren. Ada tari ronggeng yang identik dengan kisah masa lalu di sekitar pabrik. Konon, ada cerita tentang ronggeng yang meninggal di zaman dulu, jadi bagian dari sejarah desa.

UMKM Kreatif: Keripik Everywhere

Dari sisi ekonomi kreatif, UMKM di Cicareuh kebanyakan bergerak di bidang kuliner, terutama keripik. Mulai dari keripik singkong, pisang, sampai varian lainnya. Simple tapi selalu dicari, karena rasanya khas dan jadi oleh-oleh favorit.

Potensi Ternak Bebek

Selain kuliner, masyarakat Cicareuh juga punya potensi di sektor ternak bebek. Dari bebek petelor sampai bebek pedaging, usaha ini jadi salah satu sumber ekonomi warga yang terus berkembang. Mantul pisan!

Wisata Alam: Curug yang Asri

Nggak cuma sejarah dan budaya, Desa Cicareuh juga punya wisata alam berupa curug (air terjun). Spot ini cocok banget buat traveler yang suka healing sambil menikmati suasana alam yang masih natural.

Desa Cicareuh itu paket lengkap: ada sejarah yang mendunia, budaya yang unik, kuliner khas, UMKM kreatif, ternak bebek, sampai wisata alam yang bikin betah. Kepala Desa Cicareuh menegaskan, “Potensi ini harus terus digali, supaya Desa Cicareuh makin dikenal, bukan hanya di Sukabumi tapi juga di luar negeri.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *