Diplomasi Produktif, Capaian Strategis: Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Lawatan Empat Negara Mitra

Mata Sosial Indonesia

BERITA, Presiden RI73 Dilihat

matasosial.com,- Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menginjakkan kaki di Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan ke empat negara mitra strategis: Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu, 27 September 2025 pukul 15.30 WIB.

Kepulangan Presiden disambut langsung oleh jajaran pimpinan negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menpora Erick Thohir, Wamen Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Kepala BIN Muhammad Herindra, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Kunjungan lintas benua ini menjadi bagian dari strategi diplomasi aktif Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dan multilateral di bidang ekonomi, pertahanan, dan kemanusiaan. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa lawatan tersebut berlangsung dengan hasil yang konstruktif dan membawa manfaat nyata bagi kepentingan nasional.

“Alhamdulillah perjalanan cukup lama. Tapi saya kira bermanfaat, produktif. Kita dapat sambutan yang baik di mana-mana. Dan alhamdulillah pertemuan-pertemuan di PBB sangat produktif,” ujar Presiden.

Di New York, Presiden Prabowo hadir dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyampaikan sikap Indonesia terhadap berbagai isu global, termasuk konflik kemanusiaan di Palestina. Respons positif dari para pemimpin dunia membuka peluang diplomatik yang lebih konkret.

“Mudah-mudahan ada terobosan dalam beberapa hari ini. Ya kita berdoa. Saya lihat ada itikad baik dari banyak pihak. Kita segera butuh gencatan senjata untuk rakyat Gaza dan penyelesaian yang substantif. Jadi saya kira alhamdulillah kunjungan saya bawa manfaat,” katanya.

Di Kanada, Presiden menyaksikan penandatanganan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), sebuah kesepakatan perdagangan bebas yang telah lama dinegosiasikan dan kini menjadi terobosan penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.

“Ini terobosan juga. Kita sudah dengan Eropa, dengan Eropa 10 tahun, dengan Kanada juga berapa tahun. Terobosan,” jelas Presiden.

Sementara di Belanda, Presiden diterima secara resmi oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Den Haag. Dalam pertemuan tersebut, Belanda menyerahkan 30 ribu artefak bersejarah kepada Indonesia sebagai bentuk rekonsiliasi budaya dan penghormatan sejarah.

“Saya kira itikad baik dari Belanda ingin memelihara hubungan baik dengan kita. Kemudian Ratu juga seorang, ternyata seorang ahli keuangan dan akan ke sini tanggal 25 November untuk diskusi sama ahli-ahli keuangan kita. Bagaimana untuk membantu keuangan rakyat yang belum mahir, belum pandai soal keuangan akan dibantu oleh PBB,” jelasnya.

Presiden juga mengungkapkan bahwa sejumlah kepala negara menyampaikan apresiasi langsung atas sikap Indonesia yang disampaikan dalam forum global.

“Ya, beberapa Kepala Negara nelpon saya. Ada yang datang juga ke saya. Mereka terkesan oleh sikap Indonesia yang benar-benar ingin mencari titik tengah, kita ingin mencari penyelesaian yang substantif. Saya kira itu,” tandasnya.

Kepulangan Presiden Prabowo menandai selesainya satu babak diplomasi aktif yang membawa Indonesia tampil sebagai aktor strategis dalam percaturan global. Dengan semangat kerja sama dan keberpihakan pada solusi damai, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang berdaulat, berperan, dan berkontribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *