Matasosial.com, – Sukabumi, Senin 10 November 2025 — Di tengah tantangan geografis yang berbukit dan luas, Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan satu pun warganya tertinggal dalam hal akses air bersih. Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) bergerak cepat, menjadikan air bersih bukan sekadar janji pembangunan, tetapi kenyataan yang kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat pedesaan.
Setelah bertahun-tahun bergantung pada air hujan dan sumur dangkal, harapan warga di wilayah terpencil mulai menemukan titik terang. Disperkim Sukabumi tengah mengebut pembangunan sarana air bersih di berbagai desa yang selama ini luput dari jangkauan infrastruktur dasar.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa program ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk nyata dari keberpihakan pemerintah terhadap hak dasar masyarakat.
“Kami tidak ingin ada lagi desa yang tertinggal hanya karena persoalan air bersih. Tahun ini kami fokus memperluas jaringan hingga ke pelosok,” ujarnya pada 6 November 2025.
Salah satu desa yang kini merasakan dampak langsung dari program ini adalah Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampang Tengah. Sebelumnya, warga harus berjalan ratusan meter menuju mata air pegunungan. Kini, pipa-pipa baru mengalirkan air langsung ke rumah-rumah, mengubah rutinitas harian dan mengurangi beban ekonomi keluarga.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah Disperkim dalam mendukung RPJMD Kabupaten Sukabumi, dengan fokus pada pemerataan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Pemerintah daerah menyadari bahwa medan Sukabumi bukanlah tantangan ringan. Namun, dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Disperkim optimistis bisa menuntaskan misi pemerataan air bersih.
“Air bersih bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan fondasi kesejahteraan. Karena itu, kami percepat semua proyek yang berkaitan dengan sanitasi dan air bersih,” tambah Kepala Disperkim.
Warga menyambut program ini dengan antusias. Banyak yang mengaku kini bisa menghemat pengeluaran karena tak lagi membeli air galon untuk kebutuhan harian. Lebih dari itu, mereka merasa dihargai dan diperhatikan oleh pemerintah.
Dengan percepatan ini, Kabupaten Sukabumi menegaskan diri sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang serius menuntaskan persoalan air bersih hingga ke pelosok—dari kebijakan ke aksi nyata, dari harapan ke kenyataan.






