Matasosial.com, – Sukabumi, 21 November 2025 — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi/DKP terus menggelorakan pentingnya pola makan B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) sebagai strategi utama menghadapi ancaman gizi buruk dan stunting. Program ini bukan sekadar panduan isi piring, melainkan gerakan nyata yang menyentuh masyarakat dari sekolah hingga rumah tangga.
Dinas Ketahanan Pangan menegaskan, B2SA adalah fondasi penting untuk membangun generasi unggul dan sehat. “Masyarakat tidak hanya diajak mengonsumsi pangan, tetapi juga memahami kualitas dan keamanan pangan yang mereka konsumsi,” ujarnya dalam sosialisasi terbaru.
Edukasi Sejak Dini Sosialisasi B2SA digelar di sekolah-sekolah, agar anak-anak terbiasa dengan pola makan sehat sejak kecil. Dengan dukungan Badan Pangan Nasional (NFA), program ini diharapkan menanamkan kesadaran gizi yang berkelanjutan.
Sosialisasi Luas ke Desa Tidak hanya di sekolah, DKP Sukabumi juga memanfaatkan media sosial dan tatap muka langsung di desa-desa. Pesan yang dibawa sederhana namun kuat: pangan aman dan bergizi adalah hak setiap warga.
Prinsip B2SA
Beragam: konsumsi berbagai sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.
Bergizi Seimbang: proporsi sesuai panduan Isi Piringku (1/3 makanan pokok, 1/3 sayur, 1/6 lauk, 1/6 buah).
Aman: bebas dari cemaran fisik, kimia, dan biologis.
Inovasi SAPA KAMI (Sadar Pangan Aman) Program ini mendorong desa-desa lebih mandiri dan sadar pangan aman. Masyarakat diajak tidak hanya mengonsumsi pangan, tetapi juga memahami kualitas dan keamanan pangan yang mereka hasilkan dan konsumsi.
Fokus Pencegahan Stunting B2SA diposisikan sebagai strategi utama menekan angka stunting. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi sasaran utama agar mendapat asupan bergizi seimbang.
Gerakan B2SA yang digelorakan Dinas Ketahanan Pangan Sukabumi mencerminkan semangat Sukabumi Mubarokah: Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah. Dengan edukasi, inovasi, dan komitmen kuat, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan bebas dari stunting.
