DPRD dan Bupati Asep Japar Mubarokah untuk Ibu Iis: Rumah Layak, Harapan Baru dari Palabuhanratu

837Palabuhanratu, Sukabumi — Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah yang tak layak huni, Ibu Iis, warga Kampung Cibolang, Desa Citepus, akhirnya bisa bernafas lega. Hunian baru yang layak kini berdiri kokoh berkat kolaborasi dua anggota DPRD Kabupaten Sukabumi—H. Junajah Jajah Nurdiansyah dari Fraksi PDIP dan Hamzah Gurnita dari Fraksi PKB—yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Rumah tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, didampingi jajaran DPRD, Camat Palabuhanratu Deni Yudono, Kepala Desa Citepus Koswara, serta elemen masyarakat yang turut menyaksikan momen penuh haru dan berkah ini.

Kepedulian yang Menjadi Kenyataan

Bupati Asep Japar menyampaikan rasa syukurnya atas terwujudnya rumah layak bagi Ibu Iis. Ia menegaskan bahwa ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah dan legislatif terhadap masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Alhamdulillah, Ibu Iis yang kemarin tinggal di tempat kurang layak huni, hari ini bisa menempati rumah yang lebih layak. Ini berkat kepedulian bersama. Kami di pemerintah daerah tentu akan terus membuka ruang informasi, agar masyarakat yang membutuhkan segera mendapat perhatian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa pada momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) tahun ini, arah pembangunan difokuskan pada aspek sosial.

“Tahun ini berbeda dengan sebelumnya, kita lebih fokus kepada sosial. Kondisi bangsa dan daerah menuntut kita untuk benar-benar memperhatikan masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Kolaborasi DPRD dan Pemerintah: Bukti Nyata Sukabumi Mubarokah

Anggota DPRD H. Junajah Jajah Nurdiansyah turut menyampaikan apresiasinya terhadap respon cepat pemerintah daerah dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat yang disampaikan melalui jalur desa dan kecamatan.

“Terima kasih kepada Bupati dan jajaran. Begitu ada keluhan yang disampaikan lewat Pak Kades dan Camat, langsung direspons semua pihak. Yang penting, kita bisa membantu Ibu Iis agar bisa tinggal di rumah yang layak. Inilah bentuk kolaborasi dan kepedulian bersama,” ujarnya.

Kisah Ibu Iis bukan hanya tentang rumah baru, tetapi tentang semangat gotong royong, kepedulian lintas lembaga, dan hadirnya pemerintah yang benar-benar mendengar suara rakyat. Di tengah tantangan sosial yang dihadapi bangsa, Sukabumi menunjukkan bahwa keberkahan bisa tumbuh dari kolaborasi yang tulus.

Dengan semangat Sukabumi Mubarokah, rumah Ibu Iis menjadi simbol bahwa harapan itu nyata—dan bahwa setiap warga berhak hidup dengan layak, bermartabat, dan penuh berkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *