Dukungan Energi Pasca Gempa, Bahlil: ESDM Dirikan 30 Posko dan Kirim 48 Genset ke NTT

NAGEKEO, matasosial.com – Dukungan energi dari Kementerian ESDM terus mengalir ke Nusa Tenggara Timur pasca gempa dan tsunami. Sebanyak 48 genset disiapkan untuk memastikan layanan kesehatan di wilayah terdampak tetap berjalan.

Sudah sepekan Kristian Mauko (46) bertahan di pengungsian. Rumahnya di Desa Marapokot, Nagekeo rusak akibat gempa dan tsunami.

“Sudah seminggu kami disini, rumah kami hancur, kena gempa dan tsunami, semua tetangga mengungsi juga kesini,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Maria Jomuku (58), warga Tonggu Rambang, Dusun Bandara. Meski rumahnya hanya retak, ia memilih mengungsi karena khawatir gempa susulan.

“Kami mengungsi karena banyak gempa susulan, takut rumah rubuh, takut ada tsunami,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Rabu 26 Agustus 2026. Presiden menyampaikan duka cita dan memastikan pemerintah terus memantau serta mengirim bantuan selama masa tanggap darurat.

Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan langkah penanganan sektor energi.

“Kementerian ESDM akan kirim 48 genset untuk tenda-tenda puskesmas untuk pengobatan, dan mereka tidak ada genset,” jelas Bahlil.

Ke-48 genset tersebut akan disalurkan ke 7 kabupaten terdampak di NTT.
Selain itu, Kementerian ESDM bersama pelaku usaha juga mendirikan sekitar 30 posko tanggap darurat. Tujuannya agar layanan dasar, terutama fasilitas kesehatan, tetap dapat berjalan.

Program `ESDM Siaga Bencana` telah berjalan sejak 16 Agustus 2026. Bantuan meliputi pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan logistik.

Bagi warga seperti Kristian dan Maria, keselamatan keluarga dan tempat tinggal aman masih menjadi kebutuhan paling mendesak. Sementara itu dukungan energi dan layanan kesehatan terus dikuatkan menuju proses pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *