Dyah Roro Esti Tekankan Bonus Demografi sebagai Peluang Emas Wirausaha

MataSosial.com

BERITA, Kementerian73 Dilihat

MataSosial.Com – Palembang, 17 April 2026 – Kementerian Perdagangan secara konsisten menjembatani kemitraan antara UMKM dengan perusahaan besar, seperti grup MAP, IKEA, Metro Department Store, hingga BUMN seperti PT KAI, guna memperkuat posisi produk lokal dan memperluas cakupan pemasaran di pasar domestik. Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri saat memberikan kuliah umum terkait kewirausahaan pemuda di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (16/4).

Di awal paparannya, Wamendag mengulas dua realita yang bertolak belakang dan memerlukan perhatian bersama. Di satu sisi, ada bonus demografi yang merupakan peluang emas bagi Indonesia. Sementara di sisi lain, hadir pula tantangan berupa tingkat pengangguran terbuka nasional sebesar 4,76 persen dari total angkatan kerja. Berdasarkan data BPS per Februari 2025, peningkatan pengangguran justru di kalangan lulusan perguruan tinggi, mulai dari diploma hingga pascasarjana.

“Fenomena ini menyuarakan sebuah pesan tentang pentingnya mendorong, melatih, dan memfasilitasi generasi muda untuk berani menjadi wirausahawan sesuai dengan ketertarikan pribadi dan potensi daerah masing-masing. Menjadi pelaku usaha artinya menghadirkan solusi melalui produk yang dijual dan membuka ruang pemberdayaan masyarakat sekitar,” jelas Wamendag Roro.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr menggarisbawahi komitmen kampus tersebut dalam mendukung lahirnya wirausahawan muda yang kreatif dan berdaya saing global. “Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan program inkubasi, kami berupaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kokoh di lingkungan kampus agar lulusan kita tidak hanya mencari kerja, tetapi mampu menciptakan nilai tambah di masyarakat,” ucap Rujito.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Selatan, Cik Ujang dalam sambutannya mengenalkan program 100.000 Sultan Muda Sumsel. “Program ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk membentuk generasi muda yang mandiri secara ekonomi. Dengan melahirkan wirausahawan baru, kita tidak hanya membangun kapasitas individu, tetapi juga membuka lapangan kerja demi kesejahteraan masyarakat,” tandas Cik Ujang.

Lebih lanjut, Wamendag Roro menambahkan, bagi pelaku usaha yang ingin merambah pasar internasional, Kemendag hadir menyediakan berbagai fasilitasi nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat, salah satunya melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Ia kemudian mengelaborasi keberhasilan fasilitasi ekspor sepanjang tahun 2025 yang sangat impresif.

Melalui berbagai kegiatan pitching dan business matching, perwakilan perdagangan RI telah mendampingi sekitar 1.200 UMKM dengan potensi transaksi mencapai USD 134,8 juta atau setara dengan Rp2,2 triliun. “Capaian ini sangatlah membanggakan dan perlu menjadi pemantik mahasiswa untuk berani melangkah ke arena global. Saya harap, mahasiswa Indonesia memiliki daya saing yang mumpuni di tengah ekosistem perdagangan yang dinamis dan kompetitif,” tutur Wamendag Roro.

Salah satu mahasiswa yang diajak berdialog dengan Wamendag Roro di atas panggung, Arkam, membagikan potensi komoditas unggulan dari kampung halamannya di Tanjung Batu lengkap dengan tantangan yang dihadapi. Arkam menyatakan apresiasinya terhadap sesi yang dibawakan oleh Wamendag Roro. “Banyak wawasan baru yang saya dapatkan, terutama mengenai pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi oleh generasi muda sebagai peluang untuk berwirausaha. Hal ini selaras dengan visi saya untuk menjadi pengusaha besar yang saya mulai dengan menjadi peternak termuda dan inovatif di Sumatra Selatan,” kata Arkam.

Sebagai wujud konkret dukungan terhadap wirausahawan muda, Kemendag telah meluncurkan program Campuspreneur. Program ini didesain secara komprehensif untuk mewadahi generasi muda kreatif yang siap naik kelas secara berkelanjutan, serta mengakselerasi lahirnya pengusaha baru dari kalangan akademisi sekaligus membuka pintu akses pasar global bagi karya-karya inovatif anak bangsa.

Kunjungan ke Kriya Sriwijaya

Beranjak dari panggung Universitas, Wamendag mengunjungi Kriya Sriwijaya yang merupakan sentra kerajinan unggulan Sumatra Selatan binaan Dekranasda. “Sangat mengagumkan bagaimana kearifan lokal dari berbagai wastra dan kerajinan tangan di sini mampu bertransformasi menjadi produk modern yang bernilai tinggi tanpa kehilangan jati diri budayanya,” ungkap Wamendag Roro.

Ketua Pengurus Harian Dekranasda Sumatra Selatan, Mohammad Taufiq menyampaikan bahwa informasi yang telah dibagikan oleh Wamendag Roro terkait fasilitasi ekspor dari Kemendag dan kegiatan Trade Expo Indonesia akan mereka teruskan ke pelaku usaha. Ia turut menjelaskan posisi Kriya Sriwijaya sebagai hub strategis bagi pemasaran berbagai produk UMKM di bidang kriya dan wastra dari seluruh penjuru Sumatra Selatan. Selama ini, Dekranasda telah bersinergi dengan dinas perdagangan setempat untuk membantu menyalurkan produk UMKM di Kriya Sriwijaya agar dapat masuk ke department store.

“Kami tadi juga menyimak informasi terkait Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol) di Kemendag dan merasa turut bangga mengetahui implementasi nyata pemerintah menggalakkan produk lokal, bahkan dalam keseharian di kantor,” tandas Taufiq.

Wamendag Roro menekankan signifikansi peran perempuan di sektor industri kreatif seperti kriya dan wastra. Menurutnya, para perajin perempuan di balik produk-produk yang dijual di Kriya Sriwijaya ini sedang memperjuangkan akses ekonomi melalui karya orisinal mereka. “Kita harus memastikan bahwa karya perempuan Indonesia mendapatkan panggung yang layak di pasar nasional maupun internasional,” tutup Wamendag Roro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *