Dyah Roro Esti Tekankan Inovasi Mahasiswa Hadapi Masa Depan Dunia Kerja

MataSosial.com

BERITA, Kementerian101 Dilihat

MataSosial.com – Depok, 16 April 2026 – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong generasi muda untuk terus berinovasi dalam menghadapi dinamika masa depan dunia kerja, sekaligus berperan sebagai agen perubahan. Hal tersebut ditegaskan Wamendag Roro saat menjadi pembicara kunci dalam gelar wicara The 17th Student Research Days (SRD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang bertemakan “Igniting Innovation: Navigating the Future of Work as Student Changemakers”, di Kampus FEB UI Depok, Jawa Barat, pada Rabu (15/4). Di hadapan para mahasiswa, Wamendag Roro menyampaikan bahwa era perubahan yang sangat cepat menuntut adanya adaptasi dan strategi yang tepat agar Indonesia tetap mampu bersaing di pasar global.

”Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence), telah mengubah cara kerja, jenis pekerjaan, serta keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Dalam konteks transformasi ini, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan atau changemakers. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai penyelesai masalah, digital talent, inovator, dan pemimpin masa depan,” tegas Wamendag Roro.

Wamendag Roro melanjutkan, World Economic Forum memperkirakan bahwa 39 persen keterampilan saat ini akan mengalami perubahan menuju 2030, sehingga tenaga kerja dituntut untuk terus beradaptasi melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi. Masa depan dunia kerja juga tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia. Untuk itu, dalam sektor perdagangan, pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), didorong memanfaatkan transformasi digital. Tujuannya untuk menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan model bisnis yang inovatif.

”Kementerian Perdagangan pada 2026 memiliki program kerja utama yaitu pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan dari lokal untuk global. Diharapkan UMKM dan mahasiswa Indonesia dapat berkontribusi, khususnya dalam program dari lokal untuk global yang memiliki peluang bersentuhan dengan kapasitas dan kompetensi UMKM dan generasi muda mahasiswa,” lanjut Wamendag Roro.

Program dari lokal untuk global terbagi dalam empat klaster yaitu UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, Desa BISA Ekspor, Kemitraan UMKM, dan Campuspreneur. UMKM BISA Ekspor fokus pada pengembangan produk ekspor, pengembangan pelaku usaha ekspor, serta pengembangan pasar ekspor. Sementara Desa BISA Ekspor fokus pada klasterisasi desa ekspor, peningkatan kapasitas, fasilitasi dan pendampingan, serta pemantauan dan evaluasi kesiapan ekspor. Klaster Kemitraan UMKM fokus pada peningkatan kapasitas UMKM, perluasan akses pemasaran, dan peningkatan daya saing masyarakat. Sementara, Campuspreneur fokus pada regenerasi eksportir secara masif dan terstruktur, di mana kampus menjadi titik awal yang strategis.

Wamendag Roro menegaskan, salah satu kunci utama dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang adalah inovasi. Melalui inovasi, mahasiswa dapat menciptakan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing. Inovasi juga memungkinkan terciptanya model bisnis baru serta kolaborasi yang dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan sektor perdagangan secara keseluruhan.

“Kami mengapresiasi terselenggaranya acara SRD yang merupakan kompetisi ilmiah terbesar di FEB UI karena bisa menjadi wadah membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana pemikiran inovatif berperan penting dalam menciptakan transformasi dan daya saing nasional,” pungkas Wamendag Roro.

Pada gelar wicara The 17th Student Research Days (SRD) hadir pula secara daring Kuasa Usaha Ad Interim/Minister Kedutaan RI untuk Libya, Dede A. Rifai, dan secara luring Wakil Dekan I FEB UI Irwan Adi Ekaputra. Senada dengan Wamendag Roro, Dede mengungkapkan bahwa mahasiswa Indonesia perlu berinovasi dalam dunia kerja masa depan agar dapat menghadapi dampak dari kondisi geopolitik saat ini yang mulai dapat dirasakan masyarakat Indonesia, seperti kenaikan harga dan biaya kebutuhan berbagai kebutuhan. Irwan Adi Ekaputra juga mengharapkan agar mahasiswa memiliki jiwa kewirausahaan, serta memiliki nilai tambah sebagai pribadi yang kreatif, mandiri, dan tanggap dalam melihat peluang di tengah perubahan zaman. Menurutnya, penting bagi mahasiswa mengenali potensi diri yang dapat menjadi fondasi utama dalam merancang karir masa depan sesuai kapasitas yang dimiliki. “Kegiatan ini semoga bisa memberikan inspirasi kepada seluruh peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan, terutama di dunia kerja,” ujar Irwan.

Sementara itu, mahasiswa FEB UI yang juga menjabat Ketua BEM FEB UI Jundi Al Muhadis menilai bahwa di tengah perkembangan dunia hari ini, khususnya dengan kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, dan perkembangan industri; mahasiswa harus menaruh minat pada isu ketenagakerjaan yang akan menjadi masa depan generasi muda. “Sebagai mahasiswa kita harus fokus meningkatkan kualitas diri, mampu berpikir kritis, mengolah informasi, dan beradaptasi dengan segala kamjuan zaman. Lewat kegiatan ini, diharapkan teman-teman bisa mendapat informasi dan wawasan yang menjadi bekal penting mahasiswa nantinya sebagai penerus generasi,” tegas Jundi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *