Ekonomi RI Tumbuh 5,45% Semester I-2026, Jepang Komit Investasi USD23,6 Miliar

JAKARTA, matasosial.com – Perekonomian Indonesia kembali menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global. Pada Semester I 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,45% ctc. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu yang tertinggi di antara negara G20.

Capaian positif itu diperkuat oleh S&P Global yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB / A-2 dengan outlook stabil dan status layak investasi. Di dalam negeri, inflasi terjaga di 2,88% sehingga daya beli masyarakat tetap aman.

Dari sisi investasi, realisasi menembus Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% yoy. Investasi tersebut berhasil menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja langsung. Sebanyak 50,2% penyerapan kerja berada di luar Pulau Jawa.

“Untuk itu, Indonesia membutuhkan lebih banyak investasi untuk menciptakan lapangan kerja. Jepang merupakan salah satu mitra ekonomi penting bagi Indonesia. Jepang berperan strategis dalam bidang perdagangan, investasi, teknologi, pembiayaan, serta pengembangan sumber daya manusia,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Groundbreaking J Trust Bank City Tower di Jakarta, Kamis 27 Agustus 2026.

Jepang tercatat sebagai investor besar di Indonesia. Pada 2025, nilai investasi Jepang mencapai sekitar USD3,1 miliar dan menempatkan Jepang di posisi kelima. Pada Semester I-2026, investasi Jepang sudah USD1,9 miliar atau 6,2% dari total investasi asing.

Komitmen Jepang semakin menguat setelah Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang dalam Indonesia–Japan Business Forum di Tokyo Maret 2026. Dari forum itu lahir nota kesepahaman atau MoU dengan total komitmen investasi hingga USD23,63 miliar.

Groundbreaking J Trust Bank City Tower disebut Menko Airlangga bukan hanya pembangunan fisik. Proyek ini menjadi simbol kepercayaan dan komitmen J Trust terhadap Indonesia.

Pembangunan ini juga mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi RI-Jepang. Diharapkan proyek ini menjadi tonggak penguatan kepercayaan investor dan hubungan bilateral kedua negara.

Pemerintah terus memperbaiki iklim investasi melalui Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah atau Satgas P2SP. Tujuannya menciptakan usaha yang kondusif, transparan, dan responsif.

“Indonesia tidak hanya menginginkan investasi masuk, tetapi kami juga ingin mereka tumbuh bersama Indonesia. Kami juga berharap J Trust dapat memperkuat pembiayaan bagi sektor produktif serta UMKM. Saya yakin J Trust dapat menjadi jembatan konektivitas antara dunia usaha di Indonesia dan Jepang,” tegas Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga mengapresiasi J Trust atas dukungan revitalisasi kawasan Lapangan Banteng. Kolaborasi pemerintah dan swasta diharapkan menciptakan lingkungan lebih baik tanpa menghilangkan nilai sejarah.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan, survei JETRO mencatat 70% perusahaan Jepang di Indonesia membukukan laba. Angka ini termasuk tertinggi di ASEAN.

“Pembangunan J Trust Bank City Tower turut mendukung pengembangan Jakarta sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi di Indonesia. Proyek yang mengusung konsep transit-oriented development (TOD) tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap pengembangan kawasan secara keseluruhan,” pungkas Juru Bicara Haryo.

Turut hadir Komisaris J Trust Bank Nobuika Chiba, President Director J Trust Bank Ritsuo Fukadai, Duta Besar Jepang untuk RI Kenji Sakurai, dan Staf Khusus Menko Perekonomian I Gusti Putu Suryawirawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *