Jakarta — Momentum Paskah 2026 dimaknai Partai Golkar dengan cara berbeda. DPP Golkar menggelar Pentas Seni dan Refleksi Paskah Nasional bertema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen Golkar terhadap pluralisme dan nilai Pancasila. “Partai Golkar adalah partai yang lahir dari rahim Pancasila. Karena itu, kami sangat menghargai dan menghormati semua agama. Perayaan Paskah Nasional ini adalah wujud nyata bahwa Golkar merayakan dan menghargai perbedaan,” ujarnya.
Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, didampingi Sekjen M. Sarmuji dan Bendahara Umum Sari Yuliati. Sejumlah menteri dan wakil menteri dari Kabinet Merah Putih yang berasal dari Golkar turut hadir, bersama ribuan kader, simpatisan, serta jemaat dari berbagai gereja Katolik dan Protestan. Ketua Panitia, Emanuel Melkiades Laka Lena, melaporkan bahwa sekitar 4.000 peserta mengikuti perayaan ini.
Dalam sambutannya, Bahlil mengulas sejarah lahirnya Golkar dari Sekretariat Bersama (Sekber) yang terdiri atas 97 organisasi, termasuk Pemuda Intelejen Kristen Indonesia. “Saya ingin mengulas sedikit kontribusi dalam pendirian Partai Golkar. Partai Golkar dilahirkan pada bulan Oktober 1964. Sebelum itu, ada Sekber yang terdiri dari 97 organisasi, dan salah satunya adalah Pemuda Intelejen Kristen Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Golkar selalu merayakan hari besar keagamaan tanpa membedakan asal-usul maupun keyakinan. “Bagi Partai Golkar, merayakan hari besar agama apa pun bukan sesuatu yang baru. Di Golkar tidak pernah dibedakan dari mana asal, suku, maupun agama, karena Golkar hadir untuk memberikan karya nyata, dengan semangat kasih yang menembus perbedaan,” ungkapnya.
Selain pentas seni, acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada panti asuhan Kristen maupun Islam. Perayaan Paskah ini ditutup dengan refleksi kebangsaan, menegaskan komitmen Golkar untuk merawat persatuan dalam keberagaman yang damai dan saling menghargai.












