Gubernur Jawa Barat dan Bupati Sukabumi Bersihkan Sampah Pasca Banjir Bandang di Palabuhanratu

Mata Sosial Indonesia

BERITA161 Dilihat

Palabuhanratu, 8 Maret 2025 – Pada Sabtu (8/3/2025), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Bupati Sukabumi H. Asep Japar, memimpin pembersihan sampah yang menumpuk di aliran Sungai Cipalabuan setelah banjir bandang melanda pada Kamis malam (6/3/2025). Pembersihan ini dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu.

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kedatangannya bukan hanya untuk memantau titik bencana, tetapi juga untuk membantu aparat terkait dan meringankan beban masyarakat. “Ini bukan mantau, ini bantu Pak Kapolres, bantu Dandim, bantu Pak Bupati, ringanin beban yang ada di sini. Beban bencana itu beban semua,” katanya.

Gubernur menyebut beberapa faktor utama penyebab masalah banjir, seperti pendangkalan sungai, jembatan yang dibangun lurus akan diubah menjadi melengkung agar aliran air lebih lancar, kesadaran masyarakat, dan kerusakan hutan akibat penebangan liar. “Ini gila semua. Banyak sampah dari rumah tangga seperti kasur, bantal, guling, seprai, bahkan pakaian dalam,” ujarnya.

Untuk solusi jangka panjang, Gubernur mengusulkan revolusi dalam penataan pemukiman di sekitar sungai, dengan merelokasi rumah-rumah di bantaran sungai atau mengubah desainnya menjadi rumah panggung, seperti yang telah diterapkan di Karawang dan Kabupaten Bogor. “Saya akan bongkar semua rumah yang ada di jalur sungai dan geser ke tempat yang lebih aman. Jika tetap ingin tinggal di dekat sungai, maka rumahnya harus berdesain panggung. Jika tidak, saya tidak akan memberikan bantuan,” tegasnya.

Pemerintah juga berencana merelokasi wilayah sempadan sungai dan menertibkannya bersama PSDA dan BBWS, dengan pendampingan dari Brimob untuk memastikan proses berjalan lancar. “Langkah ini diharapkan dapat mencegah bencana serupa terjadi setiap tahunnya,” katanya.

Menanggapi jalur longsoran di Simpenan, Gubernur meminta seluruh pihak untuk menghentikan aktivitas penebangan pohon, penambangan, dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali. “Kita nggak bisa beresin ini kalau hulunya nggak beres. Hulunya dulu, otaknya jangan cuma mikirin duit terus,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jawa Barat dalam menangani dampak banjir. “Langkah nyata Gubernur ini luar biasa. Sodetan-sodetan yang muncul di saluran air itu menyebabkan banjir, sehingga harus segera ditangani,” ujarnya. H. Asjap juga menyebut bahwa Sungai Cipalabuan berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi, dan pengerukan dengan bantuan alat berat dari pemerintah provinsi akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Rencana relokasi warga atau perubahan desain rumah menjadi rumah panggung akan segera dikaji dan direalisasikan demi mencegah bencana di masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *