Gugurnya 3 Personel TNI Pemadam Karhutla Pemerintah Sampaikan Belasungkawa

Pemerintahan49 Dilihat

Matasosial.com, Jakarta Sabtu 7 November 2026 – Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas Gugurnya 3 Personel TNI Angkatan Darat yang menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Selain itu pemerintah mengapresiasi seluruh petugas dan relawan yang memantau titik api dan membantu pemadaman di lapangan. Kemudian pemerintah menegaskan komitmen untuk terus menangani karhutla secara serius.

Pemerintah Apresiasi Petugas Dan Relawan Karhutla

Sementara itu pemerintah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu di lapangan. Petugas dan relawan memantau persebaran titik api, mengantisipasi perluasan kebakaran, serta membantu proses pemadaman. Oleh karena itu pemerintah memonitor kerja mereka secara langsung.

“Dan kami juga terima kasih, kami memonitor saudara-saudara kita yang membantu di lapangan,” kata Prasetyo.

TNI Lakukan Water Bombing Dengan Risiko Tinggi

Selanjutnya Prasetyo menjelaskan bahwa TNI melakukan proses pemadaman dengan water bombing. Ia menegaskan bahwa proses tersebut mengandung risiko tinggi bagi petugas. Selain itu ia mengajak masyarakat memanjatkan doa bagi para prajurit yang gugur.

“Dan terutama saudara-saudara kita TNI yang melakukan proses pemadaman dengan water bombing. Saudara-saudara ketahui itu semua mengandung risiko. Mari kita memanjatkan doa supaya saudara-saudara kita diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar dia.

Lahan Gambut Jadi Tantangan Berat Pemadaman

Kemudian Badan Nasional Penanggulangan Bencana menjelaskan kendala penanganan karhutla di lapangan. Kebakaran di lahan gambut menyulitkan petugas dalam menjangkau lokasi. Selain itu kondisi lahan, arah angin, serta ketersediaan sumber air turut memengaruhi efektivitas pemadaman. Oleh karena itu petugas membutuhkan penanganan intensif dan kerja berkelanjutan.

Pemerintah Bekerja Serius Siang Dan Malam

Baca Juga Berita Lainnya di Matasosial.com
Kementerian Haji Rilis RPH 2027 Jemaah Masuk Asrama 10 April

Di sisi lain Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah bekerja sangat serius dalam memadamkan karhutla. Ia menjelaskan bahwa para petugas bekerja siang dan malam dan mempertaruhkan jiwa raga. Selain itu ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memadamkan karhutla meskipun proses tersebut menghadirkan risiko sangat tinggi.

“Oleh karena itulah, sekali lagi ini menunjukkan pemerintah bekerja sangat serius. Dan saudara-saudara kita bekerja siang dan malam mempertaruhkan jiwa raganya,” kata Prasetyo.

1468 Titik Api Tersebar Di Enam Provinsi

Selanjutnya data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Kamis 5 November 2026 mencatat sebanyak 1.468 titik api karhutla tersebar di enam provinsi. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan. Selain itu aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah masih meningkat sehingga membutuhkan penanganan intensif.

Presiden Minta Perhatian Penuh Untuk Keluarga

Kemudian Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh terhadap petugas penanganan karhutla. Presiden meminta pemerintah memastikan kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan. Selain itu Presiden meminta pemerintah memberikan perhatian kepada putra putri para prajurit yang berjuang dengan penuh keikhlasan.

“Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden (Prabowo), kami diminta memberikan perhatian, termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah mara bahaya yang membutuhkan pengorbanan,” imbuhnya.

Tiga Prajurit Gugur Di Perairan Sungai Perlu Seruyan

Akhirnya Prasetyo menyebutkan identitas ketiga prajurit tersebut. Mereka adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, S.H., M.H., dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo. Mereka gugur dalam kecelakaan helikopter TNI AD saat menjalankan misi pemadaman karhutla di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu 4 November 2026. Selain itu Prasetyo menyampaikan belasungkawa dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, Jumat 6 November 2026.

“Tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Dalam kesempatan ini, izinkanlah kami menyampaikan belasungkawa,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *