Husein Fadlulloh: BKSAP DPR RI Siap Jadi Jembatan UMKM Toba Go Internasional Lewat Diplomasi Parlemen

DPR RI58 Dilihat

Toba – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Muhammad Husein Fadlulloh mendorong potensi pariwisata pertanian dan usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Toba Sumatera Utara untuk menembus pasar internasional di Kabupaten Toba pada Rabu 28 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB.

Menurut Husein kekayaan alam dan potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Toba tidak boleh hanya menjadi kebanggaan daerah. Akan tetapi potensi tersebut harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat termasuk membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang di kampung halamannya sendiri.

Oleh karena itu ia menilai modal besar yang dimiliki Toba harus mendapat dukungan akses pasar yang luas. Selain itu penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi faktor penting untuk bersaing di tingkat internasional.

Potensi Toba Menuju Pasar Global Buka Peluang Generasi Muda

Husein menegaskan bahwa membawa potensi Toba menuju pasar global berarti membuka kesempatan bagi orang-orang di baliknya. Kemudian hal tersebut juga membuka ruang bagi generasi muda yang ingin membangun masa depan dari daerahnya sendiri.

“Karena itu, membawa potensi Toba menuju pasar global berarti membuka kesempatan bagi orang-orang di baliknya. Termasuk generasi muda yang ingin membangun masa depan dari daerahnya sendiri. Selain potensi, banyak faktor pendukung yang dibutuhkan untuk akses pasar global yang lebih luas,” ujar Husein.

Selanjutnya legislator Partai Gerindra tersebut menilai Kabupaten Toba memiliki modal besar untuk bersaing di tingkat internasional. Namun potensi tersebut perlu didukung dengan akses pasar penguatan kapasitas pelaku usaha serta jejaring kerja sama yang mampu mempertemukan produk dan potensi daerah dengan kebutuhan pasar global.

Diplomasi Parlemen Jadi Jembatan Menuju Mitra Internasional

Untuk mewujudkan hal tersebut Husein menegaskan bahwa BKSAP DPR RI siap menjalankan peran diplomasi parlemen sebagai jembatan yang menghubungkan kepentingan daerah dengan mitra internasional.

“BKSAP DPR RI hadir sebagai katalisator kerja sama global dengan jejaring internasional. Peran kami membukakan pintu komunikasi, mempertemukan kebutuhan dengan jejaring yang relevan, serta mendorong agar aspirasi daerah dapat memperoleh ruang dalam kerja sama internasional,” jelasnya.

Menurut Husein diplomasi parlemen tidak hanya berkaitan dengan hubungan politik antarnegara. Akan tetapi diplomasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang ekonomi memperluas kerja sama perdagangan serta memperkenalkan produk dan destinasi wisata unggulan Indonesia kepada dunia.

Oleh karena itu dalam kunjungannya ke Kabupaten Toba BKSAP DPR RI turut menggali berbagai aspirasi bersama Bupati Toba dan jajaran pemerintah kabupaten. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memetakan kebutuhan daerah sekaligus mengidentifikasi sektor potensial yang dapat dikembangkan melalui kerja sama internasional.

Pariwisata UMKM dan Pertanian Jadi Modal Utama

Kabupaten Toba sendiri memiliki daya tarik pariwisata yang cukup besar. Wilayah ini berada di kawasan Danau Toba yang merupakan bagian dari Kaldera Toba UNESCO Global Geopark salah satu kawasan wisata unggulan Indonesia yang memiliki nilai geologi budaya dan keindahan alam.

Berdasarkan data yang disampaikan jumlah kunjungan wisatawan nasional ke Kabupaten Toba mencapai sekitar 714.000 pada 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan adanya peluang untuk terus mengembangkan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kita berharap aspirasi dan potensi yang disampaikan pemerintah daerah dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan mitra parlemen maupun forum internasional yang relevan, ” terangnya.

Selain pariwisata Kabupaten Toba juga memiliki lebih dari 10.000 pelaku UMKM yang berpotensi menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi lokal. Di sektor pertanian daerah ini memiliki komoditas unggulan di antaranya kopi dengan produksi sekitar 4.254,29 ton per tahun serta jagung bawang merah dan beras.

“Tidak hanya mengandalkan pariwisata, Kabupaten Toba juga memiliki lebih dari 10.000 pelaku UMKM yang berpotensi menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi lokal, ” tegasnya.

Beragam potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk memperluas pasar produk lokal meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat internasional.

“Melalui penguatan diplomasi parlemen, kita mendorong produk UMKM, hasil pertanian, dan destinasi wisata Kabupaten Toba memiliki kesempatan lebih luas untuk dikenal di pasar global, ” Paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *