Iman Adinugraha: Tiga Hari di Dapil, Satu Tahun Menyerap Aspirasi Sukabumi

Sukabumi, Minggu (09/11/2025) — Di tengah kesibukan sebagai Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Demokrat, Iman Adinugraha tetap menjaga komitmennya terhadap daerah pemilihan (Dapil) Sukabumi. Selama satu tahun terakhir, ia konsisten meluangkan tiga hari setiap pekan untuk kembali ke tanah kelahiran, menyerap aspirasi dan menyelesaikan persoalan warga secara langsung.

“Kalau hari Senin sampai Kamis saya ada di Jakarta, mengikuti kegiatan kedewanan di Senayan—rapat komisi, kunjungan kerja, dan agenda-agenda resmi. Tapi Jumat sore, Sabtu, dan Minggu saya balik ke Dapil,” ujar Iman saat di Rumah Aspirasi Sukabumi beberapa hari yang lalu.

Rumah Aspirasi yang ia dirikan menjadi titik temu antara rakyat dan wakilnya. Setiap akhir pekan, rumah ini dipenuhi warga dari berbagai penjuru Sukabumi yang datang membawa harapan, keluhan, dan gagasan. Dari persoalan infrastruktur, akses pendidikan, hingga keluhan soal listrik dan energi—semua ditampung dan ditindaklanjuti.

“Setiap Jumat, Sabtu, Minggu, kami menerima banyak masukan dan menyelesaikan banyak masalah. Sukabumi ini kabupaten terluas di Jawa dan Bali. Walaupun dekat dengan Jakarta, pembangunannya belum masif. Infrastruktur belum tuntas. Ini butuh kepedulian nyata dari para pemimpin,” tambah Iman.

Komitmen Iman tak berhenti pada kunjungan rutin. Ia juga aktif mendorong program-program strategis dari Komisi VII—yang membidangi energi, riset, dan lingkungan—agar menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Sukabumi. Mulai dari penguatan jaringan listrik pedesaan, edukasi energi terbarukan, hingga advokasi pembangunan laboratorium riset di wilayah selatan Jawa Barat.

Selama setahun, pola kerja Iman menjadi contoh bagaimana wakil rakyat bisa hadir secara nyata di tengah masyarakat. Ia tak hanya bicara di Senayan, tapi juga mendengar di warung kopi, di balai desa, dan di rumah-rumah warga.

“Kembali ke Dapil bukan sekadar rutinitas. Ini panggilan hati. Karena suara rakyat bukan hanya didengar, tapi harus diperjuangkan,” tutupnya.

Dengan ritme kerja yang membagi waktu antara Senayan dan Sukabumi, Iman Adinugraha menunjukkan bahwa politik bisa menyentuh akar rumput—asal dijalankan dengan niat, kedekatan, dan keberanian untuk turun langsung ke lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *