Indonesia–Jerman Perkuat Kemitraan Strategis, Dorong Perdagangan dan Investasi Hijau

Kementerian9 Dilihat

JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa Indonesia dan Jerman memiliki peran penting di kawasan masing-masing. Jerman dikenal sebagai kekuatan ekonomi besar di Uni Eropa, sementara Indonesia menjadi motor penggerak utama di Asia Tenggara.

Dalam acara Evening Reception with Business Talk: Germany and Indonesia, Opportunities for a Deeper Partnership di Jakarta, Kamis (30/4), Roro menekankan pentingnya mempererat hubungan kedua negara. “Mengingat hal tersebut, Indonesia dan Jerman akan terus saling memandang sebagai mitra strategis prioritas di kedua kawasan. Oleh karena itu, kedua negara perlu terus melanjutkan hubungan secara lebih erat dan mencari langkah kolaboratif untuk meningkatkan perdagangan dua arah demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Perdagangan Dua Arah

Jerman menjadi salah satu mitra utama Indonesia. Untuk memperkuat kerja sama, Indonesia telah mendirikan Atase Perdagangan di Berlin dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Hamburg.

Data perdagangan menunjukkan hubungan yang saling melengkapi. Ekspor mesin cetak Indonesia ke Jerman mencapai lebih dari USD 281 juta pada 2025, sementara ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah tumbuh pesat hingga USD 243 juta. Di sisi lain, Jerman mengekspor pipa dan tabung baja ke Indonesia dengan nilai USD 215 juta, naik 225 persen dibanding tahun sebelumnya.

I-EU CEPA Jadi Momentum

Roro menegaskan bahwa kerja sama akan semakin kuat melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang kini memasuki tahap akhir peninjauan hukum. “Kami optimistis proses ini akan selesai sesuai jadwal, dapat ditandatangani pada akhir 2026, dan mulai diterapkan pada awal 2027,” tegasnya.

Kesepakatan ini diharapkan memberi kepastian hukum, insentif strategis, serta membuka peluang bagi UMKM Indonesia. Selain itu, I-EU CEPA juga menjadi pintu masuk bagi kolaborasi di sektor energi, bahan baku, dan industri hijau.

Mobilitas Talenta

Kemitraan Indonesia–Jerman kini merambah ke sektor jasa profesional. Sebanyak 4.000 tenaga kerja Indonesia ditempatkan di Jerman pada sektor perhotelan, ritel, dan kesehatan. “Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama kedua negara telah bertransformasi menjadi kemitraan komprehensif yang mencakup mobilitas talenta dan pengembangan modal manusia,” ujar Roro.

Dukungan Jerman

Anggota Bundestag, Thomas Bareiß, menegaskan bahwa hubungan kedua negara telah terjalin lebih dari 60 tahun. “Terdapat sekitar 300 perusahaan Jerman yang saat ini beroperasi di Indonesia, mulai dari skala kecil dan menengah hingga perusahaan besar. Dengan hadirnya I-EU CEPA nanti, kami yakin hubungan perdagangan dan investasi kedua negara makin kuat dan terus bertumbuh,” katanya.

Nilai Perdagangan

Total perdagangan Indonesia–Jerman pada Januari–Februari 2026 tercatat USD 860,6 juta. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia mencapai USD 331,1 juta, sementara impor dari Jerman sebesar USD 529,5 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *