Sukabumi – Insiden kecelakaan lalu lintas di jalur Palabuhanratu–Cisolok, tepatnya tanjakan Sukawayana, Kamis (19/3/2026), meninggalkan luka dan ketegangan mendalam. Sebuah mobil pemudik dari Jakarta bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Wisnu (30), yang saat itu tengah membawa anaknya pulang ke Citepus.
Wisnu menuturkan, tabrakan terjadi begitu cepat ketika mobil tiba-tiba masuk ke jalurnya.
“Saya lagi jalan seperti biasa dari atas. Tiba-tiba mobil itu sudah di jalur saya, jadi langsung tabrakan,” ungkapnya.
Benturan keras membuat Wisnu mengalami luka serius: kaki diduga patah, tangan dan pipi berdarah.
“Kaki terasa sakit sekali, kemungkinan patah. Jari tangan juga luka, pipi kiri kena bumper mobil,” jelasnya.
Anaknya yang ikut dibonceng hanya mengalami luka ringan. Wisnu sempat tak sadarkan diri sebelum akhirnya mendapat pertolongan warga.
“Saya sempat tidak sadar. Pas bangun sudah ada di Puskesmas,” ungkapnya lagi.
Pengemudi mobil, Awan (30) asal Pulo Gadung, Jakarta Timur, mengaku lelah dan mengantuk setelah perjalanan panjang menuju Bayah.
“Tadi berangkat dari Pulo Gadung sekitar jam sembilan pagi. Rasa kantuk datang tiba-tiba,” jelasnya.
Ia menambahkan, mobil yang dikemudikannya sampai masuk ke selokan.
“Saya baru sadar setelah kejadian. Mobil juga sampai masuk ke selokan,” ungkapnya.
Awan menyatakan siap bertanggung jawab dan telah berbicara dengan korban untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, jelasnya.
Kasubnit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Aiptu Dudung, menegaskan kronologi kejadian.
“Diduga kendaraan roda empat keluar jalur setelah melewati tikungan dan kemudian bertabrakan dengan sepeda motor dari arah berlawanan,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun Wisnu masih menjalani perawatan di RSUD Palabuhanratu. Kedua kendaraan dilaporkan rusak akibat benturan. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa rasa kantuk di jalan bisa berubah jadi tragedi.
