Ade Rabig: Ironis! PDAM Ambil Air Cimarinjung, Tapi Diem Saat Irigasi Rusak

Mata Sosial Indonesia

Lingkungan188 Dilihat

Sukabumi, – Irigasi Cimarinjung yang terletak di Desa Karang Papak, Kecamatan Cisolok, adalah sumber air vital bagi warga masyarakat setempat. Namun, sumber air ini kini hanya tinggal kenangan, karena irigasi tersebut mengalami kerusakan parah dalam jangka waktu yang cukup lama. Akibatnya, air yang mengalir ke sebagian wilayah di sekitar desa tersebut pun kering.

“Irigasi ini rusak sudah dua bulanan lebih,” jelas Ade Rabig pada Rabu, 12 Maret 2025.

Menurut Ade Rabig, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sektor Karang Papak mengambil sumber airnya dari aliran irigasi atau sungai tersebut.

“PDAM kan ngambil air buat pam dari sungai ini bahkan ada di lingkungan kedusunan Marinjung,” ungkapnya.

Ade Rabig menambahkan bahwa berbagai cara telah dicoba untuk mengatasi masalah ini, namun hasilnya belum memadai. “Sudah coba diatasi berbagai cara. Tanah turun deui wae. Diakalan pakai paralon gede. Cuma beberapa hari, Desa ngeluarin boronjong kalah longsor deui tanahna,” ujarnya.

Dalam akun media sosialnya, Ade Rabig menuliskan, “Hancurnya saluran air Cimarinjung… Satu pertanyaan saja, apakah PDAM bisa mengeluarkan CSR untuk memperbaiki kerusakan tersebut… Atau nunggu kiamat dulu…”

Ade Rabig juga mempertanyakan apakah PDAM dapat mengeluarkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu memperbaiki irigasi yang rusak, mengingat PDAM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Eta kumaha PDAM bisa ngaluarkeu CSR teu kan BUMN eta mah,” tanya Ade Rabig.

Bahkan, Ade Rabig menjelaskan bahwa PDAM hanya membantu dengan meminjamkan paralon batang ukuran 8 inci, “mun teu salah mah.”

Selain itu, irigasi Cimarinjung ini juga mengairi dua kedusunan, yaitu Dusun 2 dan Dusun 3, yang semakin menambah urgensi untuk segera memperbaiki kerusakan tersebut. Kerusakan irigasi Cimarinjung ini telah berdampak besar bagi kehidupan warga Desa Karang Papak dan sekitarnya. Masyarakat berharap agar segera ada solusi konkret untuk mengatasi masalah ini dan memulihkan kembali sumber air yang sangat penting bagi mereka. Kerusakan irigasi ini juga berdampak pada pertanian lokal, mengancam mata pencaharian petani yang sangat bergantung pada sumber air tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *