Matasosial.com, Sukabumi,- Di tengah semilir angin pagi Kecamatan Jampangkulon, Sukabumi, aroma masakan hangat menyatu dengan semangat gotong royong. Di sebuah dapur sederhana namun penuh berkah, Pokmas SALIRA (Sahabat Lansia dan Rakyat) kembali menyalakan api cinta: memasak untuk para lansia dengan bumbu rasa kasih, ketulusan, dan nilai-nilai Sukabumi Mubarokah, Rabu 24 September 2025.
Setiap hari, dapur komunitas ini menjadi ruang pelayanan yang bukan sekadar menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan kehangatan, perhatian, dan rasa hormat kepada para sesepuh kampung. Menu yang disiapkan bukan hanya bergizi, tetapi juga diracik dengan cerita, doa, dan kenangan—seperti sayur asem yang mengingatkan pada masa kecil, atau bubur kacang hijau yang menghangatkan tubuh dan jiwa.
Semangat Sukabumi Mubarokah—Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah—terwujud nyata di sini. Pokmas SALIRA menjadikan dapur sebagai simbol pelayanan yang berbudaya: menghormati yang tua, menyatukan yang muda, dan menghidupkan nilai lokal dalam setiap sendok nasi.
Ketua Pokmas SALIRA, Waryati, menyampaikan program ini bersumber dari Kemensos RI dan di Jampangkulon dengan semangat Sukabumi Mubarokah kita muliakan para lansia dan disabilitas dengan pelayanan penuh cinta.
“Kami tidak sekadar memasak. Kami meracik cinta, menyajikan hormat, dan menghidangkan harapan. Setiap lauk yang kami antar ke rumah lansia adalah doa agar mereka tetap sehat, bahagia, dan merasa dihargai. Inilah cara kami menjaga Sukabumi tetap berbudaya dan penuh berkah.”
Kegiatan ini juga melibatkan pemuda dan ibu-ibu setempat, membangun solidaritas lintas generasi. Anak-anak muda belajar menghormati, para ibu berbagi resep warisan, dan para lansia tersenyum menerima perhatian yang tulus.
Pokmas SALIRA bukan hanya memasak, mereka sedang menyalakan api Sukabumi Mubarokah—dari dapur kecil, untuk perubahan besar.












