Cikahuripan, Cisolok — Dalam semangat Sukabumi Mubarokah dan visi Desa Bermartabat, Jaro Midun membuka ruang diskusi dan edukasi publik tentang pentingnya Hutan Lindung sebagai sumber kehidupan dan keberkahan. Bertempat di Kantor Desa Cikahuripan, acara yang digelar besok ini akan dihadiri oleh unsur strategis dari KCDK, DLH, Camat Cisolok, Danramil, Kapolsek, RT/RW, tokoh masyarakat, dan lembaga desa.
Acara ini bukan sekadar forum, melainkan panggilan nurani untuk menjaga warisan alam sebagai bagian dari jati diri Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah. Dalam suasana yang hangat dan penuh makna, Jaro Midun menyampaikan pernyataan yang menggugah:
“Hutan Lindung bukan hanya soal menjaga pohon, tapi soal menjaga martabat. Di sini, di Cikahuripan, kita tidak hanya bicara ekologi, kita bicara warisan, bicara berkah. Karena Sukabumi Mubarokah bukan slogan, tapi komitmen. Dan menjaga hutan adalah bagian dari komitmen itu.”
Diskusi ini menjadi ruang belajar bersama, di mana masyarakat dan pemangku kebijakan duduk sejajar untuk memahami fungsi ekologis, manfaat sosial, dan ancaman nyata terhadap kawasan lindung. Edukasi akan dikemas dalam bahasa yang membumi, agar setiap peserta—dari tokoh masyarakat hingga pemuda desa—dapat menjadi penjaga dan pewaris alam.
Dengan semangat “Jabar Istimewa,” acara ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah bagian dari pembangunan bermartabat. Di Cikahuripan, hutan bukan hanya dijaga, tapi dimuliakan—karena dari akar yang sehat, tumbuhlah generasi yang kuat untuk Sukabumi yang Mubarokah.













