Kang DS: Dari Tegalluar ke Pendopo, Berkah Hidup Berawal dari Ridho Orangtua

Bandung – Matasosial.com, – Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS, menegaskan bahwa keberkahan hidup tidak lepas dari doa kedua orangtua dan penghormatan terhadap para ulama. Pesan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara Haul Hj. Siti Sa’odah ke-18, H. Taher Kosasih ke-19, H. Tiswara ke-4, dan Hj. Siti Nawangsih ke-5, yang digelar di Masjid As-Syifa, Jalan Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Selasa (9/9/2025).

Dalam momen penuh haru tersebut, Kang DS mengenang kepergian kedua orangtuanya yang terjadi dalam rentang waktu delapan bulan. “Saya ingat, ibu saya meninggal dunia delapan bulan kemudian setelah ayah saya meninggal dunia. Kalau almarhum ayah saya meninggal di bulan Rajab. Menyusul delapan bulan kemudian almarhumah ibu saya meninggal di bulan Maulud,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh undangan yang hadir untuk mendoakan kedua orangtuanya agar ditempatkan di sisi Allah SWT.

Wasiat Ibu dan Doa yang Menjadi Kenyataan

Kang DS mengenang ibunya, Hj. Siti Sa’odah, sebagai sosok luar biasa yang membesarkan dan mendidik sembilan anaknya. Sebagai anak bungsu, Kang DS mengaku mendapat amanat khusus dari sang ibu sebelum wafat pada tahun 2007, saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Desa Tegalluar periode kedua.

“Amanat ibu saya sederhana waktu itu agar selalu akur dengan kakak-kakak saya. Kamu bungsu, kalau punya niat apapun bakal terlaksana. Sama Ibu didoakan kamu menjadi bupati,” kenangnya.

Keesokan harinya, sang ibu wafat. Kang DS meyakini, atas izin Allah SWT, doa sang ibu menjadi kenyataan hingga dirinya kini menjabat sebagai Bupati Bandung.

Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Kecewakan Orangtua

Dalam sambutannya, Kang DS menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak mengecewakan orangtua. “Karena keberkahan kita tergantung pula ridho dari ibu dan bapak. Saya titip, muliakanlah kedua orangtua kita, jangan kecewakan keduanya,” pesannya.

Ia juga berharap, segala kebaikan selama dirinya menjalankan amanah sebagai bupati dapat menjadi pahala yang mengalir kepada kedua orangtuanya. “Semoga segala kebaikan selama saya melaksanakan pembangunan di Kabupaten Bandung dapat mengalir pahala kebaikannya ke almarhumah kedua orangtua saya,” ucap Kang DS.

Tak lupa, ia meminta doa agar tetap amanah dan istiqomah dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah.

Hormat kepada Ulama: Penjaga Keberkahan Bangsa

Selain memuliakan orangtua, Kang DS juga menekankan pentingnya memuliakan para ulama. Ia menyebut, siapa pun yang tidak menghormati ulama akan menghadapi tiga perkara besar. “Pertama, dicabutnya keberkahan oleh Allah SWT. Kedua, diberikan pemimpin yang dzolim, dan perkara ketiga adalah dicabutnya iman saat ia meninggal dunia,” tegasnya.

Cucun Ahmad Syamsurijal: Ikhsan untuk Orangtua dan Ulama

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan haul yang digagas Kang DS. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk ikhsan dan kebaikan kepada orangtua meski telah wafat. “Pak Bupati ini membuat ikhsan, kebaikan kepada kedua orangtuanya, menghantarkan pahala ke ibu bapaknya. Semoga apa yang dilakukan ahli dunia Pak Bupati ini bisa membahagiakan ahli kubur kedua orangtuanya,” ucap Cucun.

Ia juga mengingatkan pentingnya memuliakan ulama, mengutip sabda Rasulullah: “Saya’ti zamanun ala ummati yafirruna minal ulama’i wal fuqoha” Artinya: “Akan datang suatu masa di mana umatku akan menjauh dari para ulama dan para fuqoha (ahli hukum Islam/ahli kitab), maka Allah akan menurunkan cobaan kepada mereka dengan tiga cobaan.”

Cucun merinci tiga cobaan tersebut:

  • Allah SWT akan menghilangkan berkah dari hasil kinerja manusia
  • Allah SWT akan memberikan pemimpin-pemimpin yang dzalim
  • Orang yang menjauh dari ulama akan meninggal dalam keadaan tanpa membawa iman (su’ul khatimah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *