Kementan: Irigasi Rawa Diperkuat Lewat Kolaborasi Indonesia–Australia

BERITA, Kementerian29 Dilihat

Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) membuka babak baru kerja sama internasional dengan Australia untuk memperkuat sistem irigasi di lahan rawa, terutama di Kalimantan Tengah. Fokus utama diarahkan ke kawasan cetak sawah Dadahup dan Anjir, yang kini menjadi pusat pengembangan lahan rawa produktif.

Penasihat Pertanian Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Andrew O’Sullivan, menegaskan perhatian besar Menteri Pertanian terhadap pengelolaan air. “Kami melihat ketertarikan besar dari Menteri Amran dalam memperdalam pengelolaan air, khususnya di Kalimantan. Karena itu, kami membawa para ahli untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, dua tenaga ahli Australia, George Warne dan Emily Davies, melakukan peninjauan sekaligus berdiskusi dengan pemangku kepentingan lokal. Mereka mengapresiasi capaian Indonesia dalam pengelolaan air, namun menilai masih ada ruang perbaikan. “Banyak yang sudah berjalan baik, tetapi ada beberapa aspek yang bisa diperkuat. Perbaikan ini akan berdampak pada peningkatan produktivitas,” kata mereka.

Sesditjen Lahan dan Irigasi, Dhani Gartina, menekankan pentingnya kerja sama ini untuk memperkaya rekomendasi teknis. “Melalui kunjungan ini, kami memperoleh alternatif rekomendasi tata kelola irigasi, khususnya untuk pengembangan sistem irigasi tersier agar produksi dan produktivitas padi di lahan rawa meningkat,” jelasnya.

Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, serta pemerintah daerah. Sinergi lintas sektor diyakini akan membuat pengelolaan air lebih terpadu dari hulu hingga hilir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa irigasi adalah faktor kunci dalam mendukung produksi pangan nasional. “Langkah pemerintah pada sektor irigasi dan lahan saat ini sudah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo,” katanya.

Dengan dukungan teknologi internasional dan komitmen pemerintah, lahan rawa yang dulu dianggap sulit kini dipandang sebagai peluang besar. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kedaulatan pangan Indonesia sekaligus membuka jalan bagi peningkatan produktivitas pertanian di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *