Kementerian PU Klaim Selamatkan Sawah Petani dan Salurkan Air Bersih di Ribuan Titik Kekeringan

Lingkungan51 Dilihat

Matasosial.com, Jakarta, Senin, 29 September 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum terus mengintensifkan penanganan darurat kemarau panjang di seluruh Indonesia. Pemerintah memastikan pasokan air tetap mengalir ke pemukiman warga dan lahan pertanian meski musim kering melanda dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold A. P. Ritiauw menyampaikan komitmen tersebut secara langsung di Jakarta.

” Kementerian Pekerjaan Umum memastikan air sampai ke rumah dan sawah warga di tengah kemarau terberat beberapa tahun terakhir. Penanganan darurat kekeringan sejak Juli sampai dengan 24 September 2026 pukul 18.00 WIB berjalan di 3.288 lokasi di seluruh Indonesia, ” ujar Arnold.

Ribuan Lokasi Penanganan Tersebar di Seluruh Indonesia

Selanjutnya, Arnold merinci sebaran lokasi penanganan darurat. Selain itu, pemerintah membagi fokus penanganan ke dalam tiga sektor utama. Sebanyak 2.533 lokasi menyasar pemukiman warga, kemudian 358 lokasi fokus pada kawasan persawahan, dan 377 lokasi menangani kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, progres di lapangan terus berjalan. Hingga 24 September 2026, pemerintah telah menyelesaikan penanganan di 2.700 lokasi secara tuntas. Oleh karena itu, sisa 588 lokasi masih dalam proses pengerjaan intensif oleh tim di lapangan.

48,9 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga

Di sisi lain, penanganan di sektor permukiman memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Kementerian PU telah menyalurkan 48,9 juta liter air bersih yang menjangkau lebih dari 1,75 juta jiwa. Karena itu, warga di titik krisis tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mencari air.

Selain itu, distribusi berlangsung melalui armada mobil tangki dan penyediaan hidran umum di pemukiman. Kemudian, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan membangun sumur bor baru. Di sisi lain, Kementerian PU juga membantu sarana tangki air kepada dinas daerah dan PDAM agar jangkauan layanan semakin luas.

141 Ribu Hektare Sawah Berhasil Diselamatkan

Sementara itu, intervensi cepat di sektor pertanian juga membuahkan hasil. Pemerintah berhasil menyelamatkan lahan sawah seluas 141.440 hektare dari ancaman gagal tanam dan gagal panen.

Untuk itu, Kementerian PU melakukan pemompaan air sungai langsung ke persawahan di 133 lokasi. Selain itu, petugas juga melakukan normalisasi saluran irigasi dan pembuatan saluran darurat di 42 lokasi.

Kemudian, intervensi juga berjalan di 183 lokasi lain melalui sistem gilir air. Melalui manajemen tersebut, setiap petak sawah memperoleh suplai air secara adil dan merata. Oleh karena itu, pemerintah juga mendorong teknologi irigasi hemat air agar setiap liter air dapat mengairi area yang lebih luas.

Langkah taktis dan terintegrasi ini diharapkan menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional. Selain itu, langkah tersebut juga memastikan hak dasar masyarakat atas air bersih tetap terpenuhi sepanjang musim kemarau.

Sumber: Siaran Pers Bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Komunikasi Pemerintah RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *